kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Targetkan pendapatan tumbuh 10%-15%, begini rencana bisnis Cowell Development (COWL)


Jumat, 28 Juni 2019 / 19:46 WIB
Targetkan pendapatan tumbuh 10%-15%, begini rencana bisnis Cowell Development (COWL)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti PT Cowell Development Tbk (COWL) menargetkan pertumbuhan pendapatan 10%-15% pada tahun ini. Tahun lalu, COWL membukukan pendapatan Rp 418,17 miliar.

Dengan begitu, pada 2019, COWL menargetkan pendapatannya bisa sekitar Rp 459,98 miliar-Rp 480,89 miliar. Sementara itu, dari pra-penjualan atau marketing sales, COWL berharap bisa meraih Rp 900 miliar pada tahun ini.

Proyek-proyek yang akan menjadi kontributor marketing sales Cowell Development adalah pembangunan apartemen tower kedua bernama Acacia Tower dan perumahan The Banyan di kawasan mixed-use The Oasis, Cikarang, Jawa Barat. 

Menurut Direktur PT Cowell Development Tbk Firdaus Fahmi, kedua proyek tersebut sudah habis terjual pada akhir 2018.

Kontributor marketing sales selanjutnya berasal dari proyek rumah tapak New Richwood dan rumah toko City Gate yang terletak di kawasan Borneo Paradiso, Balikpapan, Kalimantan Timur. 

“Pada April 2018, COWL meluncurkan New Richwood dan mendapat animo positif dari masyarakat pada saat launching,” kata Firdaus di Jakarta, Jumat (28/6). 

Penyumbang marketing sales berikutnya adalah proyek Lexington Residence, Jakarta Selatan dan Serpong Park, Tangerang Selatan.

Perusahaan ini juga akan mengandalkan pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan Plaza Atrium dan gedung perkantoran Cowell Tower. 

Presiden Direktur COWL Darwin Fernandus Manurung menargetkan, pendapatan berulang dapat menyumbang 40%-50% dari total pendapatan tahun ini.

Per kuartal I-2019, Plaza Atrium Senen membukukan kenaikan pendapatan transaksi sebesar 9,2%. “Pencapaian ini adalah dampak positif dari adanya tenant mix yang tepat serta redesign yang baru dilakukan sebagai salah satu respons terhadap tren yang tengah berkembang di masyarakat,” kata Darwin.

Firdaus menambahkan, COWL juga selalu menghimbau tenant untuk terus berinovasi dari segi tampilan luar. 

“Contohnya Starbucks. Dulu kelihatannya sempit dan kecil tapi setelah kami himbau untuk memperbaiki tampilan, pendapatan mereka naik signifikan,” ucap Firdaus. 

Asal tahu saja, okupansi Plaza Atrium Senen mencapai 94,19% per kuartal I-2019.

Perusahaan ini juga optimistis Cowell Tower dapat meningkatkan pendapatan berulang COWL. Alasannya, di dalam Cowell Tower ada ruang kantor dan ruang kerja bersama bernama CoHive yang banyak dilirik perusahaan rintisan.

Dengan berkembangnya perusahaan rintisan, COWL yakin okupansi gedung perkantorannya dapat terus ditingkatkan. “Kami harapkan mereka juga ke depannya bakal menyewa toko-toko di Plaza Atrium,” kata dia. 

Per kuartal I-2019, okupansi Cowell Tower mencapai 67,32%.

Sebagai informasi, per 2018, kontributor terbesar pendapatan COWL adalah lini bisnis penyewaan, yakni sebesar 38,6%. Disusul penjualan apartemen 26%, penjualan rumah 17,4%, jasa pelayanan 16,9% dan sisanya dari bisnis lain-lain.

Sementara itu, dari segi bottom line, perusahaan ini optimistis dapat mencatatkan perbaikan pada tahun ini. Alasannya, per kuartal I-2019, COWL dapat memperbaiki bottom linenya, dari rugi bersih Rp 35,95 miliar per Maret 2018 menjadi rugi bersih Rp 9,41 miliar per Maret 2019. 
Pada akhir tahun lalu, COWL masih mencatatkan rugi bersih Rp 224,53 miliar atau meningkat 225,3% dari rugi bersih 2017 yang sebesar Rp 69,03 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×