kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Targetkan Pendapatan Rp 25 Triliun di 2024, Simak Strategi Metrodata (MTDL)


Rabu, 17 April 2024 / 23:59 WIB
Targetkan Pendapatan Rp 25 Triliun di 2024, Simak Strategi Metrodata (MTDL)
ILUSTRASI. Metrodata Electronics (MTDL) optimistis cetak pendapatan sebesar Rp 25 triliun di tahun ini


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melihat solusi cloud akan tetap meningkat, mulai terjadi pergeseran dari penggunaan hardware ke cloud base dan diikuti tren bekerja dari jarak jauh, serta digital banking.

MTDL juga melihat proses transformasi digital di Indonesia masih berada pada fase awal sehingga potensi adopsi penggunaan cloud masih menjanjikan. Dengan katalis positif tersebut, MTDL mengejar target pendapatan Rp 25 triliun di 2024. 

Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL menyatakan, tahun ini Metrodata cukup optimistis dapat terus meraih pertumbuhan yang signifikan.

Kenaikan pertumbuhan pendapatan tahun ini akan didorong oleh segmen unit bisnis distribusi yang diperkirakan masih menjadi penyumbang pendapatan utama. 

Selain itu akan didukung juga oleh unit bisnis Solusi & Konsultasi, di mana kebutuhan akan Cloud masih menyumbang pendapatan utama, serta solusi-solusi lain yang menunjang transformasi digital. 

Baca Juga: Metrodata Electronics (MTDL) Bukukan Kenaikan Laba Bersih 12,1% pada Tahun 2023

"Sebagai informasi, Metrodata akan merayakan ulang tahun ke-50 pada tahun 2025. Untuk memperingati tonggak sejarah perusahaan tersebut, kami menargetkan pendapatan sebesar Rp 25 triliun di tahun 2024," katanya kepada KONTAN, Rabu (17/4). 

Ia menambahkan kebutuhan transformasi digital dari para pelaku bisnis, seperti business application (ERP), digital business platform (API), serta multi-year projects lainnya, terutama dari sektor Financial Services Industry akan menjadi kontributor pendapatan utama sebagai layanan dasar,sebelum perusahaan beralih ke solusi yang lebih kompleks, seperti cybersecurity yang juga dibutuhkan seiring maraknya serangan cyber, dan juga big data & AI yang menjadi tren global meski masih tahap dasar di Indonesia.

Metrodata juga masih fokus ke sektor Financial Services Industry, Teleccomunications, Oil & gas, serta public sector, karena mayoritas pendapatan masih didorong dari sektor-sektor Enterprise tersebut. Namun sektor lainnya seperti manufacturing industry juga sudah mulai naik demand-nya. 

 

"Fokus ke depan masih akan tetap sebagai implementer bagi para pelaku bisnis yang ingin melakukan transformasi digital di Indonesia, dan hal tersebut tidak bisa dilakukan satu kali, namun harus bertahap," sambungnya. 

Tahun lalu distribusi commerical memberikan kontribusi yang sangat baik, hal ini sejalan dengan kebutuhan transformasi digital di Tanah Air, sehingga MTDL berharap tahun ini juga akan terus berlanjut trennya.

Metrodata juga baru ditunjuk menjadi salah satu distributor untuk commercial product IBM di Indonesia pada kuartal IV-2023 dan diharapkan akan mulai memberikan hasil pada tahun ini.

Dalam mendorong strateginya, MTDL mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar Rp100 miliar yang akan digunakan untuk ekspansi gudang distribusi di Cibitung. Sementara itu Rp 10 miliar untuk upgrade equipment dan peralatan TIK secara internal.

Selanjutnya: Kode Redeem Honkai: Star Rail April 2024, Cek Daftar Terbaru dan yang Masih Aktif

Menarik Dibaca: WhatsApp Uji Coba Fitur Terbaru, Bisa Lihat Kontak yang Baru Saja Aktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×