Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan lonjakan kinerja pada semester I-2026 setelah Tambang Emas Pani mulai berproduksi secara komersial pada kuartal I-2026.
Pada periode tersebut, EMAS membukukan pendapatan US$ 30,9 juta. Ini melonjak sekitar 369 kali lipat secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan US$ 83.786 pada semester I-2025.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin menjelaskan, pertumbuhan didorong peningkatan aktivitas penambangan, pengolahan, serta volume penjualan emas seiring proses ramp-up Tambang Emas Pani.
Baca Juga: Tambang Pani Beroperasi, Pendapatan Merdeka Gold (EMAS) Melejit & Rugi Menyusut
Boyke bilang kinerja tersebut menunjukkan proses ramp-up Tambang Emas Pani pada kuartal II-2026 berjalan sesuai target, ditopang peningkatan produksi dan volume penjualan emas.
“Fokus kami tetap pada percepatan produksi, peningkatan kinerja operasional, serta eksekusi fase pertumbuhan Pani berikutnya secara disiplin,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).
Secara operasional, produksi emas EMAS pada kuartal-II 2026 tercatat 15.594 ons atau meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan produksi pada kuartal sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, total produksi emas EMAS sepanjang semester I-2026 mencapai 17.412 ons. Sementara dari sisi penjualan, volume emas yang terjual juga meningkat menjadi 6.439 ons pada kuartal II-2026.
Angka penjualan tersebut melonjak dibandingkan volume pada kuartal I 2026 yang hanya mencapai 516 ons. Kenaikan volume penjualan turut menopang perbaikan kinerja operasional EMAS.
Selain meningkatkan produksi, EMAS juga menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya melalui pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Emas Pani. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan kapasitas pengolahan jangka panjang.
Hingga akhir Juni 2026, konstruksi CIL pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah rampung. Sementara itu, keseluruhan CIL pad ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Adapun fasilitas CIL tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan akan menjadi bagian dari pengembangan tahap berikutnya untuk meningkatkan kapasitas produksi Tambang Emas Pani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














