kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Seminggu Penawaran, SR025 Laku Rp 3,2 T, Ini Cara Pemesanan Sukuk Ritel Kupon 6,9%


Jumat, 28 Agustus 2026 / 05:46 WIB
Seminggu Penawaran, SR025 Laku Rp 3,2 T, Ini Cara Pemesanan Sukuk Ritel Kupon 6,9%
ILUSTRASI. Seminggu Penawaran, SR025 Laku Rp 3,2 T, Ini Cara Pemesanan Sukuk Ritel Kupon 6,9%


Reporter: Adi Wikanto, Vivit Dewi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan Sukuk Ritel seri SR025 pada pekan pertama mencapai lebih dari Rp 3,2 triliun. Dengan kuota yang tersisa lebih dari Rp 16 triliun, berikut cara melakukan pemesanan Sukuk Ritel SR025 untuk mendapatkan kupon hingga 6,9%.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (27/8/2026), pada sepekan masa penawaran, SR025 tenor tiga tahun (T3) telah terserap sekitar Rp 2,58 triliun, atau setara 17,2% dari total kuota Rp 15 triliun. Hingga saat ini, masih tersedia kuota sekitar Rp 12,42 triliun atau 82,8%.

Sementara itu, SR025 tenor lima tahun (T5) telah terjual sekitar Rp 680 miliar, atau sekitar 13,6% dari total kuota Rp 5 triliun. Dengan demikian, sisa kuota SR025-T5 mencapai sekitar Rp 4,32 triliun atau 86,4%.

Secara keseluruhan, penjualan SR025 pada pekan pertama mencapai sekitar Rp 3,26 triliun.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan capaian tersebut cukup baik, meski belum menunjukkan penjualan yang sangat kuat.

"Penjualan pada dalam pekan pertama menurut saya cukup baik, tetapi belum dapat disebut berada di atas jalur target Rp20 triliun," kata Josua kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Tonton: Survei Terbaru: Kepuasan Publik ke Pemerintah Anjlok Jadi 37 Persen

Josua mengatakan capaian SR025 tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan lemahnya permintaan.

"Jadi saya tidak akan menyebut permintaannya lemah, tetapi juga belum bisa disebut sangat kuat," ujarnya.

Hal tersebut tercermin dari perkembangan penjualan dua seri sebelumnya. SR023 yang mengawali masa penawaran dengan penjualan sekitar Rp 2,05 triliun pada pekan pertama, pada akhirnya menghimpun Rp 18,73 triliun.

Sementara itu, SR024 yang membukukan penjualan awal lebih tinggi sekitar Rp 4,8 triliun, mencatat penghimpunan akhir sebesar Rp 17,49 triliun.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa capaian pada awal masa penawaran belum tentu mencerminkan hasil akhir penerbitan SBN ritel. Permintaan masih dapat berubah hingga masa penawaran berakhir.

"Jadi saya tidak akan langsung menyimpulkan bahwa SR025 tertinggal dari target pemerintah karena pemerintah tidak mengumumkan target penjualan mingguan, dan pola pembelian SBN ritel biasanya tidak merata," ujar Josua.

Masa penawaran SR025 masih berlangsung hingga 16 September 2026. Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan SR025, terdiri dari Rp 15 triliun untuk SR025-T3 dan Rp 5 triliun untuk SR025-T5.

SR025-T3 menawarkan kupon sebesar 6,8%. Sedangkan SR025-T5 memberikan kupon 6,9%.

Dengan masih tersisanya masa penawaran, perkembangan penjualan pada pekan-pekan berikutnya akan menjadi penentu posisi akhir SR025 dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Tonton: Usai Bertemu Dirjen Bea Cukai, Pengusaha Mengaku Diminta Uang Operasional Rp250 Juta/Bulan

Cara investasi SR025 

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online). Investasi SR025 hanya butuh modal minimal Rp 1 juta. Berikut cara investasi obligasi ritel SR025:

1. Registrasi

Registrasi untuk investasi obligasi ritel SR025 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan obligasi ritel SR025 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran obligasi ritel SR025 .

Tonton: PLN Beberkan Progres RUPTL, 143 Proyek Telah Beroperasi

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian obligasi ritel SR025 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi obligasi ritel SR025 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SR025 kepada Mitra Distribusi.

Tonton: BEI Ubah Batas Minimum Saham dari Rp50 Jadi Rp1

Mitra Distribusi

Berikut mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:

Bank Umum

1. PT Bank Central Asia Tbk
2. PT Bank CIMB Niaga Tbk
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
4. PT Bank DBS Indonesia
5. PT Bank HSBC Indonesia
6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
8. PT Bank Mega Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
10. PT Bank OCBC NISP Tbk
11. PT Bank Panin Tbk
12. PT Bank Permata Tbk
13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
15. PT Bank UOB Indonesia
16. Standard Chartered Bank
17. PT Bank Victoria International
18. PT Bank SMBC Indonesia Tbk

Bank Umum Syariah

19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
20. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Perusahaan Efek

21. PT BRI Danareksa Sekuritas
22. PT Mandiri Sekuritas
23. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
24. PT Bahana Sekuritas
25. PT Binaartha Sekuritas
26. PT Phillip Sekuritas Indonesia
27. PT BNI Sekuritas
28. PT Panin Sekuritas Tbk
29. PT Ajaib Sekuritas Asia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology)

30. PT Bareksa Portal Investasi
31. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
32. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
33. PT Bibit Tumbuh Bersama



 

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10? Purbaya: Sistem Sedang Disiapkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×