kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

SUN terus merangkak, permintaan imbangi pasokan


Senin, 18 April 2016 / 18:39 WIB
SUN terus merangkak, permintaan imbangi pasokan


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Made menjabarkan, ada beberapa faktor yang mendorong permintaan dan apreasiasi harga SUN sejak awal tahun.

Pertama, aksi Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali dengan total nilai 75 bps menjadi 6,75%.

Kedua, inflasi yang terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,62% pada kuartal I 2016.

"Pemerintah juga berusaha menciptakan permintaan dengan mendorong investor dalam negeri untuk membesarkan porsi SBN," jelasnya.

Dalam POJK No.1/POJK.05/2016, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan institusi seperti dana pensiun, asuransi, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial wajib memarkirkan dana minimal 10% - 30% pada instrumen SBN sebelum akhir tahun 2016.

Desmon Silitonga, Analis PT Capital Asset Management menambahkan, performa rupiah di hadapan mata uang Negeri Paman Sam yang relatif stabil juga menjadi katalis positif.

Dari eksternal yakni tren suku bunga negatif beberapa negara maju seperti Eropa, Jepang dan Swiss. "Hal ini membuat likuiditas global besar sehingga mereka mengincar SUN dengan yield yang atraktif," jelasnya.

Apalagi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25% - 0,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×