kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Summarecon Agung (SMRA) Optimistis Perpanjangan PPN DTP Jadi Katalis Positif di 2026


Selasa, 13 Januari 2026 / 19:51 WIB
Summarecon Agung (SMRA) Optimistis Perpanjangan PPN DTP Jadi Katalis Positif di 2026
ILUSTRASI. Summarecon Agung (Dok/Summarecon Agung)


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menilai perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) masih akan menjadi faktor penting dalam menopang penjualan properti pada 2026, di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi sektor properti.

Direktur Summarecon Agung, Lydia Tijo, mengatakan, SMRA optimistis terhadap prospek sektor properti tahun ini.

“Perseroan melihat prospek penjualan properti di tahun ini masih akan tetap baik, terlebih lagi dengan adanya dukungan pemerintah yang melanjutkan perpanjangan insentif PPN DTP,” ucap Lydia kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Meski begitu, Summarecon Agung tak menampik bahwa industri properti masih dibayangi sejumlah tantangan. 

Baca Juga: Prospek Pemulihan Summarecon Agung (SMRA) Masih Terbuka, Begini Rekomendasi Sahamnya

Perseroan mengidentifikasi, tantangan itu bisa datang dari lemahnya daya beli masyarakat, kenaikan biaya material, peningkatan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga faktor regulasi dan perizinan.

Terkait rencana bisnis, SMRA belum dapat mengungkap strategi yang akan serta target kinerja perseroan tahun 2026.

“Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait dengan rencana kegiatan usaha dan target keuangan Perseroan di tahun 2026 ini masih dalam tahap finalisasi,” ucap Lydia.

 

Adapun hingga kuartal III-2025, SMRA membukukan laba bersih sebesar Rp 549,57 miliar sepanjang Januari–September 2025. 

Perolehan ini lebih rendah dibandingkan periode serupa tahun 2024 yang mencapai Rp 937,75 miliar, turun sekitar 41,35% secara tahunan (year on year/YoY).

Baca Juga: Kinerja Summarecon Agung (SMRA) Lesu, Laba Bersih Turun 41,39% per Kuartal III 2025

Penurunan laba sejalan dengan kinerja pendapatan SMRA yang menyusut 14,86% YoU menjadi Rp 6,41 triliun per September 2025, dari sebelumnya Rp 7,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ke depan, SMRA berharap perpanjangan insentif PPN DTP dapat menjadi katalis positif untuk mendorong pemulihan penjualan dan kinerja perseroan.

Selanjutnya: Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Bakal Dibongkar Besok, Rabu (14/1)

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×