Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/8/2026), meski investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah reli signifikan pada sesi sebelumnya.
Pada perdagangan Selasa (4/8/2026), IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319, didorong membaiknya sentimen domestik maupun global.
Baca Juga: Dow dan S&P 500 Ditutup di Rekor Tertinggi, Ditopang Harapan Damai Timur Tengah
Penguatan indeks ditopang optimisme terhadap musim laporan keuangan (earning season) semester I-2026 yang menunjukkan kinerja solid, terutama dari sektor perbankan dan komoditas.
Sentimen positif juga datang dari meredanya kekhawatiran geopolitik setelah muncul perkembangan dalam perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 5,3% secara tahunan (year on year/YoY). Investor juga akan terus memantau lanjutan musim laporan keuangan emiten.
Selain itu, perhatian pasar tertuju pada rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sektor perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal AKRA, TAPG, UNTR untuk Perdagangan Rabu (5/8)
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perbankan sekaligus perekonomian domestik.
Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di kisaran 6.270–6.200 dan resistance pada 6.400–6.420.
Analis BRI Danareksa menilai, tren bullish masih terjaga selama IHSG mampu bertahan di atas area support. Namun, karena indeks telah memasuki area supply di kisaran 6.320–6.400, potensi aksi profit taking jangka pendek tetap perlu diantisipasi.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8). Dow Jones Industrial Average naik 1,71% ke level 54.085,88, S&P 500 menguat 1,79% menjadi 7.736,52, sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,59% ke level 26.584,99.
Baca Juga: OJK Luluskan PT Dana Kripto Indonesia sebagai Manager Dana Kripto
Rekomendasi saham
- PT Timah Tbk (TINS)
TINS masih mempertahankan momentum bullish setelah berhasil menembus (breakout) area 3.740. Pergerakan harga juga didukung posisi yang tetap berada di atas MA20 serta indikator MACD yang masih positif. Selama support 3.740 bertahan, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju 3.890–4.020.
- Buy: 3.600–3.750
- Target 1: 3.890
- Target 2: 4.020
- Stop loss: < 3.580
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
BRMS masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas area support 523–545, sehingga peluang rebound tetap terbuka. Apabila mampu menembus resistance 605, penguatan berpotensi berlanjut ke area 640–690.
- Buy: 540–580
- Target 1: 605
- Target 2: 640
- Stop loss: < 520
Baca Juga: Arsy Buana Travelindo (HAJJ) Optimalkan Portofolio Hotel, Margin Kian Tebal
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
MEDC masih mempertahankan tren naik dengan support kuat di area 1.310. Namun, saham ini masih menghadapi resistance dinamis MA200 di sekitar 1.400. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka.
- Buy: 1.340–1.370
- Target 1: 1.400
- Target 2: 1.440
- Stop loss: < 1.300
- PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)
TMPO gagal mempertahankan breakout setelah mendapat tekanan jual di area resistance 141–154. Selama belum mampu kembali ke atas level 141, pergerakan saham diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan support terdekat di 125.
- Rekomendasi: Sell
- Harga terakhir: 130
- Support berikutnya: 125
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
