kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.710   29,00   0,16%
  • IDX 6.485   -49,38   -0,76%
  • KOMPAS100 860   -6,86   -0,79%
  • LQ45 654   -4,85   -0,74%
  • ISSI 224   -1,39   -0,62%
  • IDX30 364   -2,62   -0,72%
  • IDXHIDIV20 453   -4,56   -1,00%
  • IDX80 98   -0,70   -0,71%
  • IDXV30 125   -1,22   -0,97%
  • IDXQ30 117   -0,73   -0,62%

Suahasil Jabat Menkeu, Bagaimana Nasib Saham Rokok?


Selasa, 15 September 2026 / 14:25 WIB
Suahasil Jabat Menkeu, Bagaimana Nasib Saham Rokok?
ILUSTRASI. Suasana Pabrik Roko Raka Dimas Santoso merek roko Kabul di NTB (KONTAN/Muradi)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto telah melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan turut memicu pergerakan di lantai bursa.  Sejumlah sektor saham berpotensi terdampak seiring pergantian tersebut, salah satunya sektor rokok atau sigaret yang menjadi sorotan.

Hingga perdagangan Selasa (15/9/2026) pukul 13:52 WIB, harga saham sejumlah emiten seperti GGRM, HMSP dan WIIM kompak berada dalam zona merah, masing-masing turun 5,79%, 7,64% dan 2,23%.

Baca Juga: Adhi Commuter (ADCP) Dapat Permohonan PKPU, Simak Detailnya

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyoroti dampak pergantian Menteri Keuangan ke Suahasil Nazara terhadap sektor rokok. 

Menurutnya, pendekatan kebijakan yang akan diambil Suahasil diperkirakan tidak jauh berbeda dengan gaya Sri Mulyani, yaitu cenderung lebih tegas terhadap sektor-sektor yang berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat, termasuk industri rokok.

Kondisi ini berbeda dengan pendekatan Purbaya yang selama ini dianggap lebih pro terhadap sektor sigaret. Perbedaan pandangan antara kedua pejabat tersebut berpotensi membuat kebijakan ke depan menjadi lebih ketat terhadap sektor rokok.

"Kita tahu Pak Purbaya cenderung lebih pro terhadap sektor sigaret ini. Jadi ada perbedaan paham, perbedaan pandangan dari kedua kubu tersebut, sehingga kemungkinan kebijakan juga akan lebih keras terhadap sektor rokok," kata Rully dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas, Selasa (15/9/2026).

Berbeda dengan sektor rokok, Rully berpendapat sektor perbankan relatif minim terpengaruh oleh dinamika kebijakan fiskal saat ini. Pasalnya, pemerintah justru mendorong perbankan untuk lebih agresif dalam penyaluran kredit.

Lebih lanjut, Rully bilang, pergantian Menteri Keuangan lebih cepat bertransmisi ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) ketimbang ke sektor perbankan. Ia menjelaskan, tingkat kepercayaan  terhadap arah kebijakan fiskal ke depan berpotensi memengaruhi minat investor asing untuk masuk ke instrumen SBN.

"Itu mungkin yang paling cepat transmisinya," pungkas Rully.

Baca Juga: SBN Indonesia Menarik di Asia, Tapi Yield Berpotensi Naik Lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×