Reporter: Vivit Dewi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin dan Ethereum masih terkoreksi pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Pergerakan aset kripto dibayangi sentimen geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Selasa (15/9/2026) pukul 15.00 WIB, harga Bitcoin berada di US$ 76.828, turun 1,23% secara harian dan melemah 1,88% dalam sepekan. Sementara Ethereum berada di US$ 2.469, terkoreksi 1,98% secara harian, tetapi masih menguat tipis 0,17% dalam sepekan.
CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, pasar kripto masih menghadapi tekanan dari kondisi makroekonomi global. Investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dan inflasi.
Baca Juga: Hasil Review Indeks GDX-GDXJ Pacu Prospek Saham Emas Jangka Pendek
"Probabilitas kenaikan suku bunga mencapai 86,5%, sementara kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat," ujar Yudhono kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, arus dana institusional melalui ETF masih menjadi salah satu penopang Bitcoin. Namun, pasar juga tengah menanti hasil pertemuan FOMC dan voting CLARITY Act di Senat AS yang berlangsung berdekatan. Kedua agenda tersebut berpotensi membuat pergerakan Bitcoin dan Ethereum lebih volatil.
Dalam jangka menengah, Yudhono masih melihat prospek Bitcoin dan Ethereum cenderung cautiously bullish. Namun, koreksi masih berpeluang terjadi dalam jangka pendek.
Bitcoin perlu kembali menembus US$ 81.000-US$ 82.000 untuk membuka peluang menuju US$ 85.000-US$ 90.000. Sebaliknya, jika turun di bawah support US$ 77.000, tekanan dapat berlanjut.
Untuk Ethereum, struktur teknikal masih relatif solid selama harga bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari.
Di tengah kondisi pasar yang masih volatil, investor ritel disarankan menggunakan strategi dollar-cost averaging (DCA), yakni membeli secara bertahap dan tidak langsung menempatkan seluruh dana dalam satu waktu.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.694 Per Dolar AS Hari Ini (15/9), Asia Tertekan
Untuk akhir 2026, Bitcoin diproyeksikan berada di kisaran US$ 81.000-US$ 90.000 dalam skenario moderat, dengan risiko turun di bawah US$ 75.000 jika momentum melemah.
Sementara Ethereum diperkirakan bergerak di kisaran US$ 2.400-US$ 3.300 dan berpeluang kembali menguji level all-time high di atas US$ 4.900 jika sentimen pasar membaik signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














