kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Strategi BI Berubah, SBN dan SRBI Bersaing Rebut Dana Investor


Rabu, 30 September 2026 / 20:59 WIB
Strategi BI Berubah, SBN dan SRBI Bersaing Rebut Dana Investor
ILUSTRASI. Bank Indonesia (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

Dengan posisi tersebut, BI masih memiliki ruang untuk mempertahankan maupun meningkatkan daya tarik SRBI apabila tekanan terhadap rupiah kembali meningkat.

Namun, bagi investor, penurunan outstanding SRBI juga perlu dicermati karena dapat memengaruhi ketersediaan instrumen dengan imbal hasil tinggi untuk penempatan dana jangka pendek.

Di sisi lain, Josua memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun hingga akhir 2026 masih akan bergerak dalam kisaran 7,15%-7,35%. Sementara itu, rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 17.800-Rp 18.000 per dolar AS.

Baca Juga: Yield SRBI Tenor Satu Tahun Tembus 7,74%, Daya Tarik Obligasi Negara Kian Tergerus

Ia juga membuka kemungkinan BI Rate kembali dinaikkan menjadi 6% apabila tekanan eksternal tidak mereda.

Dengan yield SUN 10 tahun yang saat ini berada di sekitar 7,2%, Josua menilai SBN mulai menawarkan nilai yang menarik. Namun, potensi kenaikan harga SBN yang lebih kuat baru terbuka apabila yield obligasi AS, dolar AS dan harga minyak mulai menurun.

Karena itu, strategi akumulasi secara bertahap dinilai lebih sesuai dibandingkan mengambil posisi besar sekaligus pada obligasi tenor panjang.

Sementara untuk SRBI, Josua memperkirakan imbal hasilnya tetap kompetitif, meski ruang penurunannya semakin terbatas selama rupiah masih menghadapi tekanan.

Baca Juga: Rupiah Tertekan dan Yield SRBI Naik pada Awal Mei, Dibayangi Sentimen Global

SRBI juga lebih sesuai untuk penempatan dana dengan horizon relatif pendek. Namun, investor perlu mencermati risiko penurunan tingkat imbal hasil ketika instrumen tersebut jatuh tempo apabila kondisi rupiah membaik dan BI tidak lagi membutuhkan tingkat imbal hasil setinggi saat ini.

“SRBI tetap defensif dan menarik untuk horizon lebih pendek, sementara SBN memiliki peluang lebih jelas memperoleh manfaat apabila tekanan global mulai mereda,” pungkas Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×