kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.036   36,00   0,21%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Strategi BEI dan KSEI untuk kejar target 3,25 juta investor pada 2020


Senin, 23 Desember 2019 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Karyawan beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Strategi BEI dan KSEI untuk kejar target 3,25 juta investor pada 2020.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Mengingat, BEI memiliki anggota bursa, APRDI untuk instrumen reksa dana, 30 kantor perwakilan yang tersebar di Indonesia,  464 galeri investasi bursa yang bermitra dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, serta lebih dari 400 komunitas. 

BEI juga berencana untuk memperluas persebaran investor di daerah-daerah lain di Indonesia. Maklum saja, sejauh ini, sebanyak 72% investor pasar modal masih berasal dari Jawa, sedangkan 28% dari luar Jawa. 

Baca Juga: Menjelang akhir tahun, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) positif

Menurut Hasan,  berbagai kegiatan dan koneksi yang dimiliki BEI cukup efektif  membuat persebaran investor lebih merata. "Tiga tahun lalu angkanya masih 80% di Jawa dan 20% luar Jawa. Sekarang sudah mulai lebih merata ya kita sebut ini sebagai demokratisasi akses layanan bursa," kata dia. 

Tak hanya BEI, KSEI sebagai penyedia infrastruktur perdagangan efek juga akan menjalankan beberapa cara untuk menambah jumlah investor pasar modal.

Direktur KSEI Supranoto Prajogo mengatakan, pihaknya telah merancang 30 program strategis. Beberapa di antaranya adalah sentralisasi data e-KYC, simplifikasi pembukaan rekening efek, penyediaan platform e-proxy dan e-voting, dan restrukturisasi biaya layanan KSEI. 

Baca Juga: Surat utang korporasi diprediksi makin meningkat didominasi BUMN

Untuk sentralisasi daya e-KYC, ke depannya, calon investor hanya perlu mengisi formulir data diri di satu lembaga saja. "Biasanya, investor akan isi e-KYC di perusahaan sekuritas kemudian di perbankan. Nanti akan ada layanan untuk sentralisasi KYC. Jadi, sekali KYC itu bisa sharing data ke berbagai lembaga," ungkap dia. 

Sementara itu, simplifikasi pembukaan rekening dilakukan untuk mempercepat pembukaan rekening. "Sekarang 30 menit, nanti bakal lebih cepat lagi dengan adanya sentralisasi e-KYC dan kerja sama dengan Dukcapil," kata Supranoto.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×