kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.566   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Stimulus bank sentral dunia jadi pengungkit harga minyak


Kamis, 19 Maret 2020 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Minyak mentah.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

Oleh karena itu, Ibrahim memproyeksikan dalam waktu dekat besar kemungkinan harga minyak dunia akan berada di level US$ 19 per barel. Sementara untuk semester I, Ibrahim menghitung minyak dunia akan berada di kisaran US$ 17,5 per barel-US$ 24 per barel.

Ibrahim juga menyebut, kondisi tersebut tidak hanya menimpa ke minyak dunia. Melainkan, hal serupa juga menimpa ke komoditas energi lainnya secara merata. Pasalnya, jatuhnya berbagai bursa saham tak terlepas dari emiten energi yang turut mencatatkan kinerja negatif di situasi saat ini.

Baca Juga: Turunnya harga minyak dinilai bisa jadi momentum kurangi beban masyarakat

“Tetapi berbeda dengan minyak, komoditas energi lainnya sebenarnya dari segi fundamental masih cukup bagus. Hanya saat ini, pelaku pasar lebih memilih memegang uang cash sehingga pada akhirnya komoditas energi harganya pun jatuh,” papar Ibrahim.

Ibrahim menegaskan, saat ini kondisi yang bisa mengangkat kinerja komoditas energi adalah ditemukannya vaksin virus corona dan persebaran virus corona di seluruh dunia mulai mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×