kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Stimulus bank sentral dunia jadi pengungkit harga minyak


Kamis, 19 Maret 2020 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Minyak mentah.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

Oleh karena itu, Ibrahim memproyeksikan dalam waktu dekat besar kemungkinan harga minyak dunia akan berada di level US$ 19 per barel. Sementara untuk semester I, Ibrahim menghitung minyak dunia akan berada di kisaran US$ 17,5 per barel-US$ 24 per barel.

Ibrahim juga menyebut, kondisi tersebut tidak hanya menimpa ke minyak dunia. Melainkan, hal serupa juga menimpa ke komoditas energi lainnya secara merata. Pasalnya, jatuhnya berbagai bursa saham tak terlepas dari emiten energi yang turut mencatatkan kinerja negatif di situasi saat ini.

Baca Juga: Turunnya harga minyak dinilai bisa jadi momentum kurangi beban masyarakat

“Tetapi berbeda dengan minyak, komoditas energi lainnya sebenarnya dari segi fundamental masih cukup bagus. Hanya saat ini, pelaku pasar lebih memilih memegang uang cash sehingga pada akhirnya komoditas energi harganya pun jatuh,” papar Ibrahim.

Ibrahim menegaskan, saat ini kondisi yang bisa mengangkat kinerja komoditas energi adalah ditemukannya vaksin virus corona dan persebaran virus corona di seluruh dunia mulai mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×