kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Stimulus bank sentral dunia jadi pengungkit harga minyak


Kamis, 19 Maret 2020 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Minyak mentah.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat anjlok dan menyentuh level US$ 20-an barel per hari, harga minyak dunia mulai merangkak naik. Merujuk Bloomberg, hari ini, Kamis (19/3) pukul 18.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) menguat 11,73% ke level US$ 22.76 per barel.

Direktur Garuda TRFX Berjangka Ibrahim menyebut kenaikan ini ditopang oleh sentimen stimulus yang digelontorkan oleh bank-bank sentral dunia. Pagi tadi Bank Sentral Eropa telah meluncurkan paket kebijakan Program Pembelian Darurat Pandemi dengan mengucurkan dana sebanyak US$ 820 miliar.

Baca Juga: Harga gas industri turun, ini dampaknya ke industri migas hulu sampai hilir

“Stimulus ini dilakukan untuk mendukung ekonomi Eropa dan diharapkan bisa kembali menggairahkan permintaan terhadap minyak. Sehingga ini kemudian mengangkat harga minyak dunia,” ujar Ibrahim kepada Kontan.co.id, Kamis (19/3).

Meski demikian, Ibrahim melihat kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Eropa hanya akan mengangkat harga minyak dunia sementara. Pasalnya, jika mengacu ke pergerakan teknikal, Ibrahim melihat minyak dunia justru tengah mengarah turun ke level US$ 19 per barel.

Ibrahim menjelaskan, hingga sekarang kondisi fundamental minyak dunia sebenarnya belum membaik. Mulai dari perang harga antar produsen, hingga kemungkinan perlambatan permintaan terhadap minyak.

“Sekarang pasar sedang panik karena persebaran corona sehingga membuat banyak kalangan memprediksikan pertumbuhan ekonomi global kembali turun dari 2,4% menjadi 2,2%. Tak ayal, ini kemudian semakin menekan fundamental harga minyak,” terang Ibrahim.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×