kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Stabil 3 Hari Terakhir, Harga Minyak Turun 4% Sepekan


Jumat, 28 April 2023 / 08:03 WIB
Stabil 3 Hari Terakhir, Harga Minyak Turun 4% Sepekan
ILUSTRASI. Harga minyak stabil dalam tiga hari perdagangan terakhir hingga Jumat (28/4) pagi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak stabil dalam tiga hari perdagangan terakhir hingga Jumat (28/4) pagi. Harga minyak stabil setelah seorang pejabat tinggi Rusia mengatakan pasar minyak global seimbang.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan OPEC+ tidak melihat perlunya pengurangan produksi minyak lebih lanjut tetapi selalu dapat menyesuaikan kebijakannya. Rusia adalah bagian dari kelompok produsen minyak OPEC+ yang bulan ini mengumumkan pengurangan gabungan sekitar 1,16 juta barel per hari, keputusan mengejutkan yang digambarkan AS sebagai tidak bijaksana dan membuat harga minyak lebih tinggi.

Jumat (28/4) pukul 7.41 WIB, harga minyak WTI kontrak Juni 2023 di New York Mercantile Exchange turun tipis ke US$ 74,73 per barel dari penutupan perdagangan kemarin US$ 74,76 per barel. Meski stabil dalam tiga hari terakhir, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini turun 4,03% dalam sepekan terakhir dari US$ 77,87 per barel pada Jumat (21/4).

Sedangkan harga minyak Brent kontrak Juni 2023 di ICE Futures pagi ini naik tipis ke US$ 78,39 per barel dari penutupan perdagangan kemarin US$ 78,37 per barel. Dalam sepekan, harga minyak acuan internasional ini turun 4% dari US$ 81,66 per barel.

Baca Juga: Harga Emas Turun Empat Hari Beruntun Hingga Jumat (28/4)

"Kenaikan kecil harga minyak mentah disebabkan short-covering dari aksi jual selama beberapa hari terakhir," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston kepada Reuters.

Pada hari Rabu, harga minyak acuan turun hampir 4% karena kegelisahan tentang penurunan ekonomi AS membayangi penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Investor mengamati data ekonomi untuk setiap isyarat arah pada permintaan energi.

Data menunjukkan, pertumbuhan ekonomi AS melambat lebih dari yang diharapkan pada kuartal pertama. Sedangkan klaim pengangguran turun pada pekan yang berakhir 22 April.

Pada hari Rabu, data AS menunjukkan belanja barang modal turun lebih dari yang diharapkan. Harga minyak juga tertekan karena sentimen risiko yang lemah menyebar dari sektor perbankan akibat berlanjutnya kemerosotan First Republic Bank.

Baca Juga: Harga Komoditas Turun, Bagaimana Efeknya ke Ekspor dan Penerimaan Negara 2023?

Analis melihat margin kilang yang lemah sebagai hambatan utama pada harga minyak. Tamas Varga dari pialang minyak PVM menyebut,  minyak pemanas dan minyak gas menjadi pemberat kemungkinan penyebab utama kelemahan yang besar.

"Persediaan produk ini agak enggan habis, mungkin karena ekspor Rusia yang tangguh," kata Varga.

Rusia telah meningkatkan ekspor produk olahan meskipun ada embargo UE dan batasan harga minyak, menurut sumber Reuters. Jatuhnya margin keuntungan kilang dapat menyebabkan pengurangan produksi dan penurunan lebih lanjut dalam permintaan minyak mentah, kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Pasar akan mencari arah dari pertumbuhan produk domestik bruto Zona Euro kuartal pertama yang akan dirilis pada hari Jumat. Data tersebut dapat memengaruhi keputusan kebijakan moneter oleh Bank Sentral Eropa saat bertemu pada 4 Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×