kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Turun Tipis Pada Senin (17/4) Pagi Setelah Menguat 4 Pekan


Senin, 17 April 2023 / 07:43 WIB
Harga Minyak Turun Tipis Pada Senin (17/4) Pagi Setelah Menguat 4 Pekan
ILUSTRASI. Harga minyak turun tipis pada Senin (17/3), setelah kenaikan empat pekan berturut-turut.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun tipis pada Senin (17/3), setelah kenaikan empat pekan berturut-turut. Harga minyak disokong oleh prospek permintaan global yang diramal mencapai rekor tertinggi tahun ini karena pemulihan konsumsi China.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) juga memperingatkan bahwa pengurangan produksi yang diumumkan oleh OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain yang dipimpin oleh Rusia, dapat memperburuk defisit pasokan minyak dan merugikan konsumen.

Senin (17/4) pukul 7.38 WIB, harga minyak WTI kontrak Mei 2023 turun tipis 0,04% ke US$ 82,49 per barel dari penutupan perdagangan pekan lalu di US$ 82,52 per barel. Sedangkan harga minyak Brent kontrak Juni 2023 di ICE Futures menetap turun 0,03% ke US$ 86,28 per barel dari akhir pekan lalu US$ 86,31 per barel.

Baca Juga: Melemah Tipis, Harga Emas Masih Bertahan di Atas US$ 2.000

Kedua kontrak minyak mentah membukukan kenaikan empat minggu berturut-turut di tengah meredanya kekhawatiran atas krisis perbankan yang melanda bulan lalu dan keputusan mengejutkan minggu lalu oleh OPEC+ untuk memangkas produksi lebih lanjut. Kenaikan empat minggu akan menjadi rekor terpanjang sejak Juni 2022.

Dalam laporan bulanannya pada hari Jumat, IEA mengatakan permintaan minyak dunia akan tumbuh sebesar 2 juta barel per hari (bpd) pada tahun 2023 ke rekor 101,9 juta bpd, sebagian besar didorong oleh konsumsi yang lebih kuat di China setelah pencabutan pembatasan COVID di sana. IEA meramalkan, permintaan bahan bakar jet menyumbang 57% dari kenaikan 2023.

Tetapi OPEC pada hari Kamis menandai risiko penurunan permintaan minyak musim panas sebagai bagian dari latar belakang keputusan untuk memangkas produksi lebih lanjut 1,16 juta barel per hari. IEA mengatakan keputusan OPEC+ dapat merugikan konsumen dan pemulihan ekonomi global.

Baca Juga: Pasar Saham Indonesia Disokong Sentimen Global Selama Libur Lebaran

"Konsumen dihadapkan dengan kenaikan harga untuk kebutuhan pokok sekarang harus membagi anggaran mereka lebih tipis lagi," ungkap IEA dalam laporan minyak bulanan yang dikutip Reuters. "Ini pertanda buruk bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi."

IEA memperkirakan pasokan minyak global turun 400.000 barel per hari pada akhir tahun, mengutip perkiraan peningkatan produksi 1 juta barel per hari dari luar OPEC+ yang dimulai pada bulan Maret versus penurunan 1,4 juta barel per hari dari blok produsen.

"Narasi telah menguasai kembali permintaan yang meningkat dan pasokan yang relatif terbatas, dan itulah yang membuat minyak tetap terjaga," kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×