kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Sinyal Bearish Menguat, Harga Emas Diproyeksi Lanjut Tertekan Pekan Depan


Jumat, 24 Juli 2026 / 15:18 WIB
Sinyal Bearish Menguat, Harga Emas Diproyeksi Lanjut Tertekan Pekan Depan
ILUSTRASI. Harga Emas Turun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan pekan depan.

Kombinasi sinyal teknikal yang melemah serta sentimen penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penekan utama pergerakan logam mulia ini.

Peluang koreksi harga diproyeksikan masih dominan selama batas atas (resistance) penting di level US$ 4.125 belum berhasil ditembus. 

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menjelaskan bahwa secara teknikal pada grafik harian, harga emas kembali memasuki fase tren penurunan sekunder (secondary trend bearish).

Kondisi ini terkonfirmasi oleh kemunculan pola Bearish Engulfing di area resistance yang menandakan minat beli mulai memudar.

Baca Juga: Nilai Transaksi Emas di ICDX Capai Rp 172,7 Triliun pada Semester I – 2026

"Selama harga masih bergerak di bawah level 4.125, kecenderungan penurunan diperkirakan masih akan menjadi skenario utama sepanjang pekan depan," ujar Geraldo dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026). 

Dalam proyeksinya, pasar diproyeksikan akan menguji batas bawah (support) pertama di level US$ 3.996 untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika support tersebut tembus, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$ 3.942.

"Jika tekanan jual mampu menembus support tersebut, maka harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area 3.942, yang menjadi target support berikutnya," kata Geraldo. 

Kendati prospek jangka pendek cenderung negatif, indikator Stochastic yang mendekati area jenuh jual (oversold) membuka peluang kenaikan singkat akibat aksi short covering.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Investor Cermati Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS

Namun, pembalikan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah tren bearish utama selama belum ada konfirmasi breakout. 

Selain faktor teknikal, fokus investor pekan depan akan tertuju pada rilis data ekonomi AS serta arah kebijakan Federal Reserve.

Data ekonomi AS yang solid berpotensi memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya mengikis daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

"Apabila dolar AS mampu mempertahankan penguatannya dan yield obligasi tetap berada di level tinggi, maka daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil berpotensi kembali berkurang," tutur Geraldo. 

Di sisi lain, eskalasi risiko geopolitik global tetap menjadi variabel penting yang sewaktu-waktu dapat memicu pengalihan dana kembali ke aset safe haven.  

Baca Juga: Harga Emas Jatuh 2%, Lonjakan Minyak Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×