kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Simak Saham Pilihan Jelang Akhir Pekan Ini


Jumat, 14 Januari 2022 / 07:45 WIB
Simak Saham Pilihan Jelang Akhir Pekan Ini


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (13/1). IHSG menguat 11,29 poin atau 0,17% ke 6.658,36. 

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mencermati, pergerakan IHSG masih akan konsolidasi. "Selama resistance level terdekat belum mampu ditembus, maka para investor masih harus waspada terhadap risiko koreksi wajar," ujar William dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Kamis (13/1). 

Walau begitu, peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar mengingat arus deras capital inflow yang tercatat masuk ke dalam pasar modal Indonesia. Sehingga, pergerakan IHSG masih akan diwarnai upaya mencatatkan kembali rekor tertinggi sepanjang masa hingga beberapa waktu mendatang. 

Baca Juga: Tiga Sentimen Ini Bakal Mempengaruhi Pergerakan IHSG pada Tahun 2022

Adapun untuk perdagangan di akhir pekan Jumat (14/1), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 6.518 hingga 6.725. Beberapa saham yang dicermati William ada ITMG, AALI, TLKM, ASII, SMGR, BBRI, AKRA, dan TBIG

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memproyeksi IHSG melanjutkan penguatan pada Jumat. IHSG akan memiliki level support di 6.625 hingga 6.592, sementara level resistance di 6.690 hingga 6.722. 

Baca Juga: Rilis Data Ekonomi AS Akan Menyetir Pergerakan Rupiah Esok Hari

"Secara teknikal IHSG menguat setelah sekitar support kuat MA 50 dan mengindikasikan masih ada potensi penguatan dalam jangka pendek," ujar Dennies dalam riset, Kamis (13/1).

Selain itu, investor akan mencermati beberapa rilis data dari Amerika Serikat. Adapun dari dalam negeri, Dennies melihat masih minim sentimen. Investor juga akan mencermati kebijakan terkait DMO batubara.

Baca Juga: Saham Emiten Telekomunikasi Cenderung Lesu, Ini Rekomendasi dari Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×