kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Saham Pilihan di IDX High Dividend 20 Berikut Ini


Minggu, 17 Maret 2024 / 09:10 WIB
Simak Saham Pilihan di IDX High Dividend 20 Berikut Ini
ILUSTRASI. Investor sudah ancang-ancang mengoleksi saham yang berpotensi memberikan bonus dengan nilai menarik ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang musim pembagian dividen, investor sudah ancang-ancang mengoleksi saham yang berpotensi memberikan bonus dengan nilai menarik. Untuk gelombang pertama, saham emiten bank yang membukukan kinerja moncer di tahun lalu sudah menjadi primadona.

Empat bank big caps PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) kompak telah mengumumkan dividen dari laba bersih tahun lalu. Momentum ini bahkan mengangkat sejumlah saham ke level all time high.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengamati situasi ini turut menjadi angin segar yang sempat membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level all time high. 

Baca Juga: Laba Bumi Serpong Damai (BSDE) Menyusut Tahun Lalu, Simak Rekomendasi Analis

"Penguatan emiten big bank membawa optimisme ke pasar domestik, terlebih porsi dari saham-saham tersebut cukup besar terhadap IHSG," kata Miftahul kepada Kontan.co.id, Jumat (15/3).

Dari konsensus sejumlah analis yang dihubungi Kontan.co.id, Dividend Payout Ratio (DPR) bank big caps relatif sesuai ekspektasi. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyoroti DPR dari empat bank big caps yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Dividend payout ratio big caps sudah sesuai ekspektasi. Menampilkan optimisme seiring lonjakan kinerja, dimana laba bersih mencatatkan rekor tertinggi," ungkap Ratih.

Setelah momentum saham bank, invesor pun bersiap menyambut gelombang pembagian dividen berikutnya. Meski bukan jaminan akan memberi imbal hasil yang tinggi, tapi IDX High Dividend 20 bisa menjadi sarana menyaring saham-saham potensial. Seperti BBRI, BMRI, BBCA dan BBNI yang juga menjadi konstituen indeks ini.

Selain saham perbankan, Ratih menilai investor juga dapat mencermati saham sektor energi yang menjadi konstituen IDX High Dividend 20. 

"Secara historis, saham sektor energi, khususnya batu bara memberikan dividend payout ratio dan yield yang menarik," imbuh Ratih.

Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo membenarkan saham sektor energi punya prospek pembagian dividen yang menarik. Secara kinerja, sejumlah emiten sudah in line, bahkan ada yang di atas ekspektasi.

Hal itu sudah mempertimbangkan penurunan laba yang terprediksi akibat amblesnya harga komoditas, terutama batubara. 

"Harga sahamnya pun sudah turun jauh dibanding setahun lalu, seiring penurunan kinerja. Jadi yield-nya tetap menarik mesti tidak setinggi tahun lalu," terang Handiman.

Miftahul sepakat, mayoritas dividen dari emiten batubara akan lebih rendah, sejalan dengan penurunan kinerja. Dia pun menghitung estimasi yield pembagian dividen final dari emiten batubara konstituen IDX High Dividend 20. 

Baca Juga: Kinerja SIDO Diproyeksikan Mampu Bangkit Tahun Ini, Begini Rekomendasi Sahamnya

Miftahul mengestimasikan dividen yield PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ada di level 9,8% dengan asumsi DPR 60%. Kemudian PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) estimasi yield 6,4% dengan asumsi rasio dividen payout 60%. 

Selanjutnya, Miftahul memprediksi dividen yield PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 18,3% dengan asumsi DPR 100%. Emiten terkait komoditas lainnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) diprediksi memiliki yield 6,24% dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 40%.

Research Associate Panin Sekuritas Sarkia Adelia Lukman turut memprediksi emiten batubara masih memberi dividen yield yang menarik, meski tidak setinggi tahun lalu. Selain itu, emiten telekomunikasi dan komoditas emas juga menarik dicermati.

Menurut Sarkia, saat ini investor masih cenderung wait and see menanti laporan keuangan emiten IDX High Dividen 20. Handiman punya pandangan berbeda, bahwa investor sudah cenderung mengakumulasi jauh sebelum emiten merilis kinerja.

Dus, pelaku pasar perlu hati-hati agar tidak masuk ke dalam dividen trap. "Boleh beli asalkan punya horizon investasi jangka panjang. Sebaiknya jangan jadi dividen hunter jangka pendek karena sudah agak telat," kata Handiman.

Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu) Cheril Tanuwijaya sepakat, untuk tetap selektif dalam memanfaatkan momentum dividen. Untuk saat ini, Cheril memadang saham perbankan masih bisa menjadi pilihan utama.

Cheril menyodorkan BMRI dengan target harga Rp 7.700 dan stoploss pada Rp 6.950, serta BBCA dengan target harga Rp 10.800 dan stoploss Rp 9.800. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus juga menjagokan dua saham tersebut.

Selain bank big caps, di jajaran saham IDX High Dividend 20 Nico melihat saham ADRO, PTBA, UNTR, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai pilihan menarik.

Sedangkan Miftahul menyematkan rekomendasi hold atau trading buy pada saham ADRO (target harga Rp 2.870), ITMG (target harga Rp 28.700), dan PTBA (target harga Rp 3.150). Sementara Ratih menyarankan buy PTBA (target harga Rp 3.080) dan UNTR (target harga Rp 26.000).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×