kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SILO siapkan belanja modal US$ 110 juta


Rabu, 23 Maret 2016 / 19:38 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

TANGERANG. PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) mulai mengejar pembangunan rumah sakit yang sempat tertunda pada tahun 2015 lalu. Perseroan menyiapkan pendanaan sebesar US$ 100 juta hingga US$ 110 juta untuk pembangunan tujuh rumah sakit baru.

Romeo F Lledo, Direktur Utama SILO mengatakan, pada tahun lalu, perseroan sudah menuntaskan konstruksi dua rumah sakit, yakni di Jogjakarta dan Labuan Bajo. Keduanya sudah mulai beroperasi pada tahun ini. Rumah sakit lainnya berada di Bangka Belitung, Bau-Bau, Bogor, Jember, Lubuk Linggau, dan Sorong.

"Untuk rumah sakit di Bogor, akan dibuka pada Juni mendatang, dan di Bau-Bau pada awal April nanti. Semua sudah sesuai dengan rencana," ujarnya di Tangerang, Rabu (23/3). Bukan cuma itu, perseroan juga akan membuka 13 rumah sakit dengan kapasitas kecil yang disebut Siloam Medika.

Romeo mengatakan, untuk pendanaan belanja modal, sebagian besar akan berasal dari dana kas internal perseroan. Dana internal yang berasal dari arus kas SILO itu berkisar US$ 60 juta hingga US$ 70 juta. Lalu, sebesar US$ 30 juta hingga US$ 40 juta akan berasal dari pinjaman yang diberikan induk SILO, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Yang jelas, dana belanja modal ini belum termasuk nilai aset tanah. SILO memang membangun rumah sakit baru di lahan properti milik induknya. Sehingga, Romeo mengaku belum membutuhkan tambahan dana eksternal dari luar grup. "Kami masih bisa pinjam dana ke perusahaan induk," ujarnya.

Ia menyebut, untuk memutar dana kas, LPKR bisa menginvestasikan lagi aset rumah sakit ke Dana Investasi Real Estate (DIRE) yang dipayungi perusahaan afiliasinya, First Reit Singapura.

Saat ini, perseroan sudah mengoperasikan 20 rumah sakit di 14 kota di Indonesia. Total kapasitas tempat tidurnya mencapai 4.800. Pada tahun 2017, kapasitas tempat tidur ini akan meningkat menjadi 10.000 dengan total rumah sakit sebanyak 50 unit. Sementara jumlah pasien per tahun ditargetkan meningkat dari dua juta pasien menjadi 15 juta pasien pada tahun 2017 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×