Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) melemah pada tahun lalu. Emiten rumah sakit ini mencatatkan laba bersih sejumlah Rp 70,39 miliar, atau
turun tipis 1,9% dari tahun 2014 yang mencapai Rp 71,8 miliar. Alhasil, laba per saham SILO turun dari Rp 62,14 menjadi Rp 60,89 per saham .
Sedangkan pendapatan operasional SILO masih tumbuh siginifikan 24% year on year (yoy) menjadi Rp 4,14 triliun.
Penurunan laba terjadi di tengah meningkatnya beban yang harus ditanggung perseroan dan penurunan pendapatan bunga. Perusahaan Grup Lippo ini mencatatkan penurunan pendapatan bunga sebesar 68% yoy menjadi Rp 4,9 miliar. Sedangkan beban keuangan justru meningkat 2,6% yoy jadi Rp 57,2 miliar, dan beban pajak penghasilan naik 19,5% yoy menjadi Rp 44 miliar.
Direktur Utama SILO Romeo F Lledo mengatakan, kendati tantangan ekonomi sepanjang tahun 2015 cukup berat, namun perseroan masih mampu meraih pertumbuhan pendapatan operasional yang cukup signifikan. "Ini seiring dengan penambahan kapasitas rumah sakit serta didukung peningkatan permintaan layanan kesehatan di Indonesia," tutur Romeo dalam keterangan resminya, Rabu (2/3).
Sepanjang tahun lalu, SILO belum berhasil mengoperasikan rumah sakit baru. Perseroan masih mengoperasikan 20 rumah sakit yang tersebar di 14 kota di Indonesia. Kendati begitu, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ini berhasil menambah 400 tempat tidur di rumah sakit. Sehingga total kapasitas tempat tidur perseroan akhir tahun lalu mencapai 4.800.
Selain itu, lanjut Romeo, pertumbuhan pendapatan juga didukung perbaikan yang solid atas biaya jasa dan biaya material yang diikuti dengan sistem pengendalian pengeluaran operasional rumah sakit yang lebih baik. Penerimaan rawat inap SILO naik 27% yoy, dan kunjungan rawat jalan tumbuh 25%.
Tujuh rumah sakit yang lebih dulu dioperasikan perseroan menyumbang Rp 2,43 triliun atau sekitar 59% terhadap pendapatan perseroan. Sementara 13 rumah sakit lainnya berkontribusi Rp 1,69 triliun atau 41%. Adapun anak usaha SILO lainnya memberikan sumbangsih Rp 6 miliar atau 0,15%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













