Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Emiten rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berhasil menambah 400 kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang dimiliki perseroan sepanjang tahun 2015. Dengan begitu, total kapasitas tempat tidur rumah sakit Siloam mencapai 4.800 dari 4.400 kapasitas pada akhir tahun 2014.
Romeo F Lledo, Direktur Utama SILO mengatakan, penambahan kapasitas tempat tidur tersebut dilakukan di rumah sakit yang dioperasikan perseroan pada tahun 2012, 2013 dan 2014. "Peningkatan tersebut ditambah dengan tingginya permintaan layanan kesehatan telah mendorong pertumbuhan pendapatan operasional perseroan sepanjang tahun lalu," kata Rome dalam keterangan resminya, Rabu (2/3).
Pendapatan operasional SILO masih tercatat tumbuh signifikan di tengah perlambatan ekonomi tahun lalu yakni naik 24% year on year (yoy) menjadi Rp 4,14 triliun. Tujuh rumah sakit yang lebih dulu dioperasikan perseroan menyumbang Rp 2,43 triliun atau sekitar 59% terhadap pendapatan perseroan. Sementara 13 rumah sakit lainnya berkontribusi Rp 1,69 triliun atau 41%. Adapun anak usaha SILO lainnya memberikan sumbangsih Rp 6 miliar atau 0,15%.
Sepanjang tahun lalu, SILO belum berhasil mengoperasikan rumah sakit baru. Perseroan masih mengoperasikan 20 rumah sakit yang tersebar di 14 kota di Indonesia. Penerimaan rawat inap SILO naik 27% yoy dan kunjungan rawat jalan tumbuh 25%.
Kendati belum berhasil mengoperasikan rumah sakit baru di tahun 2015, Romeo mengatakan pembangunan konstruksi rumah sakit baru perseroan masih berjalan sesuai rencana. Tahun lalu, SILO telah menyelesaikan konstruksi dua rumah sakit yakni di Yogyakarta dan Labuan Bajo, Nusa Tenggar timur (NTT).
Sebelumnya Romeo mengatakan, rumah sakit Labuan Bajo sudah resmi beroperasi pada akhir Januari 2016 lalu. Sedangkan operasional rumah sakit Yogyakarta masih menunggu proses perizinan dari pemerintah setempat. Rumah sakit tersebut rencananya akan dijual tahun ini ke perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE) di Singapura senilai Rp 400 miliar.
Di luar dua rumah sakit tersebut, perseroan juga tengah dalam proses pembangunan 11 rumah sakit rumah sakit baru diantaranya di Bau-bau, Sorong, Bogor, Jember, Bangka Belitung, Lubuk Linggau, Semarang Srondol, Ambon, Panakukang Makassar, Bandung dan Cempaka Putih. Tahun ini perseroan menargetkan bisa mengoperasikan tujuh rumah sakit baru.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, jumlah kas dan setara kas SILO per akhir Desember 2015 mencapai Rp 159,8 miliar. sepanjang tahun lalu, perseroan telah menggelontorkan dana untuk ekspansi sebesar Rp 352 miliar yang terdiri dari pembelian aset tetap dan perangkat lunak Rp 279 miliar, pembayaran uang muka pembelian aset tetap lainnya Rp 68,7 miliar dan uang muka penambahan goodwill Rp 4,18 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













