Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terus berekspansi. Sepanjang tahun 2016, anak usaha Grup Lippo itu siap mengoperasikan tujuh rumahsakit baru. Di awal tahun ini, SILO telah mengoperasikan satu rumahsakit baru di Labuhan Bajo Nusa tenggara Timur.
"Rumahsakit ini mulai menerima pasien hari ini (kemarin)," kata Romeo Lledo, Direktur Utama SILO kepada KONTAN, Senin (25/1).
Ekspansi di Labuhan Bajo ini menjadi rumahsakit ke-21 SILO. Sementara rumahsakit lain yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ini adalah Siloam Yogyakarta dan Siloam Buton (Bau-bau). Kedua rumahsakit itu tengah menunggu perizinan.
Sebetulnya, Siloam Yogyakarta ditargetkan beroperasi akhir 2015. Bahkan tahun lalu, induk SILO, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana mengalihkan rumahsakit itu melalui skema Dana Investasi Real Estate (DIRE) ke perusahaan manajemen investasi Firts Reit Singapura yang juga masih anak usaha LPKR.
Proyek rumahsakit itu sebenarnya rampung sejak April 2015. Tapi pengoperasiannya terhalang proses perizinan. Sementara itu, Romeo belum mau menyebutkan empat rumahsakit baru yang akan dibuka tahun ini.
Satu hal yang pasti, di luar ketiga rumahsakit tersebut, SILO tengah membangun sembilan rumahsakit yakni di Sorong, Bogor, Jember, Bangka Belitung, Lubuk Linggau, Semarang Srondol, Ambon, Panakkukang Makassar, Bandung dan Cempaka Putih.
SILO juga membangun 17 rumahsakit kecil yang dilengkapi 45-60 tempat tidur atau disebut Medica Siloam. SILO berharap bisa mendapat izin operasi seluruh Medica Siloam tahun ini, yang antara lain terletak di Nine Residence Jakarta, Surabaya Cito, Bekasi Grand Mall, Sentul Bellanova, Kalimalang, Samarinda, Gajah Mada Plaza, Blu Plaza Bekasi, Pluit Village, Gunung Sahari, Metropolis Tangerang dan Kuningan Tower.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













