kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

SGRO membantah terlibat pembakaran hutan di Riau


Jumat, 14 Maret 2014 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun kelor untuk kesehatan.


Reporter: | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Nasional Sagu Prima (NSP), anak usaha PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) membantah terlibat dalam pembakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di wilayah Riau.

"NSP tidak melakukan pembakaran hutan, juga tidak terlibat dengan pembakaran hutan," kata Budi Setiawan Halim, Direktur SGRO di Jakarta, Jumat (14/3).

Namun begitu, Budi mengakui, ada staff NSP yang dipanggil pihak kepolisian terkait kasus pembakaran hutan. Namun, kata Setiawan, staff yang dipanggil kepolisian tersebut hanya berstatus sebagai saksi akan peristiwa yang menimbulkan kabut asap tersebut.

"Malah saat ini operasional kami agak terganggu lantaran karyawan NSP fokus untuk upaya penanggulangan kebakaran dan dampak yang ditimbulkannya," kata Budi.

Informasi saja, sebelumnya diberitakan, Polda Riau menetapkan sejumlah tersangka di kasus kebakaran hutan di Riau. Tersangka yang ditetapkan tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga perusahaan pengelola ataupun pemilik lahan yang terbakar.

Setidaknya, Polda Riau telah menetapkan tersangka sebanyak 38 pihak, yang terdiri dari 37 pihak dari masyarakat, dan satu pihak adalah perusahaan NSP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×