kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Setelah Australia, bursa Kripto Zipmex rambah trader Indonesia


Kamis, 26 September 2019 / 21:36 WIB
Setelah Australia, bursa Kripto Zipmex rambah trader Indonesia
ILUSTRASI. Logo Bitcoin

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Setelah di Australia, bursa kripto Zipmex kini hadir menjangkau pengguna baru di Indonesia. Zipmex didirikan oleh Marcus Lim, pengusaha asal Singapura yang juga pencipta marketplace Oneflare itu pada tahun 2018.

Zipmex berekspansi di sejumlah negara lain dan menawarkan harga Bitcoin yang lebih murah daripada harga Bitcoin di bursa kripto lokal di Indonesia.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Masuk Tren Bullish

Pendiri dan CEO Zipmex, Marcus Lim menyebut Indonesia memiliki volume perdagangan Bitcoin yang cukup tinggi secara global. Hal inilah yang membuat Zipmex memilih Indonesia sebagai target pasar terbarunya. Lim melihat pasar Indonesia sangat strategis untuk memperluas jangkauan platform bursa kriptonya.

“Dengan membuka perwakilan di Indonesia, Zipmex akan bersaing dengan sejumlah pemain lokal. Bursa kami akan menjadi pertama di Indonesia yang mengumpulkan informasi volume perdagangan dari bursa-bursa terbesar di dunia serta layanan over-the-counter (OTC), sehingga mampu menyediakan likuiditas lebih tinggi bagi para pengguna,” jelas Lim dalam keterangan resminya,  Kamis (26/9).

Selain harga lebih murah,  keunggulan Zipmex menurut Lim juga terletak pada keamanan dan kenyamanan dimana akan diberikan skema asuransi senilai US$100 juta jikalau terjadi peretasan.

Per Rabu (25/09) pagi, harga 1 BTC di Zipmex adalah US$8,729 atau Rp122.417.054 memakai kurs Rp14.029 per dolar AS. Dibandingkan dengan bursa kripto di Indonesia, 1 BTC seharga Rp125.782.000 di Indodax, Rp124.073.000 di Rekeningku dan Rp122.922.176 di Triv.

Merujuk pada peluncuran Zipmex di Australia pada Agustus 2019 lalu, Zipmex hadir bersama Decentralised Capital, sebuah perusahaan blockchain advisor yang fokus pada layanan dan aset untuk kalangan institusi.

Baca Juga: Harga bitcoin berpeluang sentuh US$ 20.000 hingga akhir 2019, ini syaratnya

Stephen Moss, Pendiri dan Direktur Decentralised Capital mengatakan, peluang mengumpulkan informasi volume dari bursa global dan layanan OTC ke dalam satu platform seperti Zipmex, adalah langkah besar bagi industri kripto, karena menjadi pembeda utama dengan layanan bursa kripto lainnya.

Serupa dengan di Australia, untuk urusan keamanan, Zipmex berusaha membangun kepercayaan penggunanya dengan mendapatkan lisensi serta menaati peraturan dari pemerintah di negara-negara tempat operasinya. Di Australia misalnya Zipmex sudah terdaftar di Pusat Analisa dan Laporan Transaksi Australia (AUSTRAC).

Sementara di Thailand, Australia, Malta dan Filipina, Zipmex sudah mengajukan lisensi dari otoritas terkait. Khusus di Filipina, bursa itu sudah mendapatkan lisensi FTSOVCE dari lembaga CEZA.

Bagi negara-negara yang belum memiliki aturan soal lisensi bursa aset kripto, Zipmex berusaha menaati hukum AML (anti pencucian uang) dan aturan ketat soal pendanaan terorisme.

Baca Juga: Korea Utara bantah kumpulkan US$ 2 miliar melalui serangan cyber

Selain perdagangan kripto, Zipmex juga berencana merilis token bernama “xbullion”. Nilai token ini berbasis emas dan ditujukan bagi investor institusi. “30 unit token akan dirilis di Zipmex Australia dalam beberapa bulan ke depan, dan 100 token lagi akan tersedia pada tahun 2020." kata Lim.


Tag


TERBARU

Close [X]
×