kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45960,78   1,83   0.19%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Senyuman Cuan Batubara Aburizal Bakrie yang Menarik Perhatian Presiden Jokowi


Senin, 24 Oktober 2022 / 06:25 WIB
Senyuman Cuan Batubara Aburizal Bakrie yang Menarik Perhatian Presiden Jokowi
ILUSTRASI.


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ada momentum menarik saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri ulang tahun partai golkar ke 58 tahun pada Jumat (21/10) pekan lalu.

Presiden Jokowi tampak menyapa para politisi senior baik dari Partai Golkar maupun para mantan aktivis Partai Golkar pada Jumat, (21/10) malam.

Tak kurang Presiden JokBaca Juga: Saat Presiden Jokowi Mengartikan Senyuman Aburizal Bakrie Sebagai Cuan Batubara owi menyapa politisi gaek Akbar Tanjung seraya memberitahukan kepada peserta pertemuan bahwa dirinya adalah teman SMP dari istri Akbar Tanjung, yakni Krisnina Maharani atau Nina Akbar Tanjung.

"Asal tahu istri Pak Akbar Tanjung itu teman saya semasa SMP," katanya.

Politisi lain seperti Jusuf Kalla, Surya Paloh, tak luput dari sapaan hangat Presiden Joko Widodo.

Misalnya saat menyapa Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan presiden juga melontarkan beberapa gurauan.

"Saya kaget malam ini Pak Luhut pakai jas kuning Partai Golkar biasanya lebih senang mengenakan batik," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Tak hanya itu, bahkan Presiden Jokowi "meroasting" Luhut yang mengenakan jas Partai Golkar agar berdiri, yang sontak disambut riuh para peserta yang hadir memberikan tepuk tangan. 

Baca Juga: Jokowi Hadiri HUT ke-58 Partai Golkar, Didampingi Luhut dan Jusuf Kalla

Presiden juga menyapa Ginandjar Kartasasmita, Agus Harimurthi Yudhoyono dan sekretaris jenderal partai politik yang hadir pada Jumat ( 21/10) malam.

"Saya lihat Pak Ical sekarang wajahnya carah karena harga batubara lebih dari US$ 400 per ton," kata Jokowi.

Sebagai gambaran harga batubara di pasar global memang sempat menyentuh harga tertinggi yakni US$ 458 per ton. Pada perdagangan di pasar berjangka hari ini harga batubara masih ada di kisaran US$ 390 per ton atau lebih tinggi sekitar 70% dibandingkan dengan harga tahun lalu.

Kondisi ini jelas membuat taipan batubara seperti Aburizal Bakrie tidak hanya tersenyum tapi mungkin bisa bersorak gembira.

Baca Juga: Deklarasi Capres 2024, Jokowi: Saya Yakin Golkar akan Cermat, Tidak Sembrono

Sebab Aburizal Bakrie, melalui Grup Bakrie masih menjadi pemegang saham mayoritas di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan dengan kemampuan memproduksi batubara sebesar hampir 100 juta ton per tahun.

Catatan saja, tahun ini BUMI mengincar target produksi batubara 70 juta ton - 78 juta ton.  Sedangkan tahun depan target ini dikerek menjadi sekitar 85 juta ton sampai 90 juta ton.

Tak hanya harga batubara yang tinggi yang bikin Aburizal Bakrie tersenyum. Sebab di bisnis batubara ia baru saja mendapatkan rekanan baru taipan Grup Salim, dan sekaligus menyelesaikan sebagian utang yang bermasalah hukum.

Baca Juga: Ada Peluang Pasar dari Eropa, Bumi Resources (BUMI) Masih Fokus pada Pasar Eksisting

Seperti kita tahu belum lama ini PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga menggelar aksi korporasi penerbitan saham baru Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan mekanisme private placement

Private placement ini, pengendalian BUMI sebagian dipegang bersama Grup Salim. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (21/10) kemarin harga BUMI di tutup pada Rp 182 per saham atau naik 2,25% dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

 

 

Presiden Direktur BUMI Adika Nuraga memastikan, meskipun Grup Salim masuk menjadi salah satu pemegang saham terbesar, Grup Bakrie akan tetap menjadi pengendali perusahaan. Dengan kata lain, kebijakan terkait BUMI akan diputuskan bersama dengan Grup Salim.

Sebagai catatan, Anthoni Salim, pemilik Grup Salim, akan menjadi investor strategis dalam aksi korporasi ini. Grup Salim akan masuk lewat Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investment (TGIL). 

Setelah private placement, Grup Bakrie masih memiliki 28,38% saham dan Grup Salim menguasai 28,32% saham BUMI. Sementara kepemilikan Agoes Projo mencapai 8,82% saham BUMI.

Baca Juga: Sah! Bumi Resources (BUMI) Rampungkan Private Placement
 
Di antaranya, BUMI bakal melakukan pengembangan batubara menjadi etanol dan amonia. Nah pengembangan ini akan dimandatkan pada kedua anak usahanya, yakni KPC dan Arutmin.
Dana hasil private placement ini dipakai untuk membayar utang BUMI. Berdasarkan skema restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI)  

Dileep Srivastava, Director & Corporate Secretary BUMI pekan lalu menyebut BUMI sudah melakukan pembayaran atas kewajiban utang sesuai kesepakatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).  

Ini sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil PHTHMETD yang disampaikan dalam prospektus. Menurut prospektus, sekitar US$ 1,56 miliar dana hasil private placement akan digunakan untuk melunasi utang ke kreditur PKPU. Sisa utang PKPU yang harus dibayar oleh BUMI memang jatuh tempo pada 11 Desember tahun ini.

Dengan tuntasnya proses restrukturisasi utang PKPU ini, BUMI resmi memiliki pengendali baru. "Perseroan menegaskan bahwa kelompok usaha Bakrie dan Grup Salim saat ini bersama-sama menjadi pemegang saham pengendali BUMI," terang Dileep. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×