Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sentimen-sentimen ini bikin pamor emas kian kinclong

Minggu, 27 Januari 2019 / 22:35 WIB

Sentimen-sentimen ini bikin pamor emas kian kinclong
ILUSTRASI. Emas batangan

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga emas dunia diprediksi akan berlanjut sampai pekan depan sejalan dengan kebuntuan kondisi politik dalam dan luar negeri Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan pasar spot Jumat (25/1) lalu, harga emas terpantau berada di level US$ 1,289 per ons troi. Angka tersebut naik sebesar 0,27% dari perdagangan sebelumnya di level US$ 1,284 per ons troi.


Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, langkah AS membuka ketegangan baru dengan Venezuela terkait posisi kepemimpinan Moduro, membuat investor ramai beralih ke investasi safe haven, yakni emas.

“Kekhawatiran itulah yang jadi alasan utama kenaikan harga emas dunia saat ini,” ujarnya, Minggu (27/1).

Tak berhenti di sana, pelaku pasar juga tak bisa menjamin bila kesepakatan damai akan tercapai pada pertemuan dagang AS dan China yang akan berlangsung pada Rabu dan Kamis pekan depan.

“Kisruh politik AS bertambah panas, sebab di kasus Venezuela, China dan Rusia terang-terangan ambil posisi berseberangan dengan AS,” tambah Ibrahim.

Sementara di dalam negeri, AS juga masih terbelit Government Shutdown yang sudah memasuki pekan ketiga.

Belum adanya kesepakatan antara Presiden AS, Donald Trump dengan Parlemen yang dipimpin oleh Nancy Pelosi terkait pembiayaan pembangunan dinding perbatasan, membuat dollar AS bergerak tak stabil di awal tahun 2019.

Alasan berikutnya adalah ketidakpastian hasil dari Brexit di Inggris. Setelah Uni Eropa menolak opsi nego dari Theresa May, partai Buruh Inggris mengusulkan untuk melakukan referendum melalui pemilu.

Di sisi lain, Uni Eropa belum memberikan keterangan lebih jauh soal aksi yang akan dilancarkan May terkait Brexit.

Tanpa kesepakatan yang jelas, negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia itu, mau tak mau harus mengikuti aturan World Trade Organization (WTO) pada Maret 2019.

Bagi para investor dan pelaku pasar, ini adalah sebuah ujian sulit sebab rantai industri yang dijalankan oleh mereka bergantung dari pasokan yang membentang di Eropa dan sekitarnya.

Atas sentimen eksternal tersebut, Ibrahim melihat harga emas bisa mengalami kenaikan kembali sampai adanya perubahan keputusan pada salah satu fenomena politik di atas.

“Naiknya emas dan turunnya dollar AS malah harus dimanfaatkan untuk membeli dollar AS sebelum posisinya menguat lagi,” ujar Ibrahim.

Secara teknikal, harga emas berada di Moving Average (MA) tinggi, 10% di atas Bollinger tengah. Lalu stochastic berada di posisi 70% positif, sementara RSI positif, dan MACD di posisi wait and see.

“Dengan indikator tersebut, pekan depan harga emas berpotensi naik, terutama pada Senin dan Selasa,” tandas Ibrahim.

Untuk pergerakan harga emas di hari Senin, Ibrahim memprediksi ada di posisi US$ 1,285 per ons troi - US$ 1,293 per ons troi. Sementara dalam sepekan ke depan, berada di kisaran US$ 1,275 – US$ 1,297 per ons troi.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0516 || diagnostic_web = 0.2890

Close [X]
×