kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

RFB: Investasi emas akan menguntungkan tahun ini


Minggu, 27 Januari 2019 / 17:51 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) meyakini investasi emas akan menguntungkan tahun ini. Apalagi dengan ketidakpastian global dan pelambatan ekonomi di China.

Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengatakan, tahun ini ketidakpastian dialami seluruh investor dumia. Mulai dari belum berakhirnya perang dagang Amerika Serikat dan China, pertumbuhan ekonomi China yang diperkirakan tumbuh melambat 6,6% dan kondisi hard brexit karena ditolaknya permintaan Perdana Menteri Theresa May beberapa pekan lalu.

"Jadi kalau dilihat efeknya sangat terasa. Apalagi perkiraan The Fed yang akan menaikkan suku bunganya dua kali tahun ini. Dengan kondisi tersebut, investasi di pasar modal pasti terdampak," ujar Teddy Prasetya kepada Kontan.co.id, Minggu (28/1).

Berbagai kejadian itulah yang menjadi patokan Teddy bahwa investasi emas menjanjikan dan menguntungkan. Resiko investasi di komoditas logam mulia ini juga minim. Teddy bilang hanya perlu mengeluarkan biaya penyimpanan. "Simpan emas sampai akhir tahun ini. Karena untuk jangka waktu panjang, bisa untung kalau investor sabar menunggu sampai harga emas US$ 1.400 per ons troi," tambahnya.

Jika diperhatikan, kondisi indeks saham juga tak cukup menjanjikan. Teddy melihat indeks saham di luar pun tak cukup menyakinkan investor. Sekedar informasi saja, Wall Street sempat melorot pada perdagangan Selasa (22/1).

Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 1,22% ke 24.404. Disamping itu, Indeks S&P 500 turun 1,42% dan ditutup pada 2.632,90. Indeks Nasdaq juga mencetak penurunan terbesar, yakni 1,91% dalam sehari ke level 7.020. "Kalau saham kita tidak bisa berharap banyak karena kondisi global yang tak pasti. Untuk domestik sendiri, kita berharap setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) bisa tumbuh 5% sampai 10%," tandasnya.

Hampir sama dengan saham, Teddy juga tak yakin dengan prospek obligasi tahun ini. Apalagi ia menilai Bank Sentral Amerika, The Fed yang akan menaikkan suku bunga dua kali. Untuk itu, Teddy menyarakan investasi emas untuk pelaku pasar tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×