kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Sentimen dari virus corona masih mendominasi, simak prediksi rupiah untuk hari ini


Jumat, 14 Februari 2020 / 06:45 WIB
Sentimen dari virus corona masih mendominasi, simak prediksi rupiah untuk hari ini


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/2) setelah menguat selama dua hari beruntun, rupiah terkoreksi 0,15% ke level Rp 13.694 per dolar AS. Analis memperkirakan, pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada perdagangan Jumat (14/2) hari ini.

Pada perdagangan Jumat (14/2),  analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf memprediksi rupiah masih akan tertekan terhadap dolar AS. Selama isu virus corona belum dapat ditangani, rupiah masih akan cenderung melemah.

“Dolar AS akan terus dilirik di tengah isu virus karena perannya sebagai mata uang safe haven,” terang Alwi.

Baca Juga: Ekonom BCA: Rupiah masih akan melemah Jumat (14/2) besok

Faktor lain yang akan menekan rupiah adalah solidnya data-data ekonomi AS. Apalagi, AS juga akan merilis data inflasi atau Consumer Price Index (CPI).

Jika inflasi AS naik, The Fed semakin tak memiliki alasan untuk memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan inflasi AS akan naik menjadi 2,5% yoy dari yang sebelumnya 2,3%.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan juga mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan fokus pasar terhadap penyebaran virus corona.

“Masih didominasi oleh faktor eksternal. Lagi-lagi karena ketakutan pasar terhadap ancaman virus corona,” terangnya kepada Kontan.co.id, Kamis (13/2).

Selain itu, di tengah merebaknya virus corona, investor cenderung memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Rupiah sendiri rentan terhadap aksi ambil untung jika sudah menguat beberapa poin.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×