kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Sempat melesat hampir 2%, harga emas gagal tembus US$ 1.600


Rabu, 01 April 2020 / 22:55 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (9/12/2019).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Juga, gaji karyawan swasta AS turun pada Maret untuk pertama kalinya sejak 2017, mendukung pandangan para ekonom bahwa ledakan lapangan kerja terpanjang dalam sejarah berakhir bulan lalu.

Ketika bukti menunjukkan pandemi virus corona mengirim ekonomi global ke dalam resesi yang dalam, pasar ekuitas memulai kuartal baru dengan penurunan tajam.

Presiden AS Donald Trump, Selasa (31/3), memperingatkan warga negeri uak Sam tentang sesuatu yang "menyakitkan" dalam dua minggu ke depan dalam memerangi virus korona, dengan peningkatan jumlah kematian yang bisa mencapai ratusan ribu orang, bahkan dengan langkah-langkah pembatasan yang ketat.

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 13.000 ke Rp 911.000 per gram pada Rabu (1/4)

Pada Selasa (31/3), bank sentral AS, Federal Reserve memperluas kemampuan lusinan bank sentral asing untuk mengakses dollar selama krisis, dengan memungkinkan mereka menukar kepemilikan obligasi AS untuk pinjaman overnight dalam dollar.

"Secara teknikal, emas masih memiliki keuntungan teknis jangka pendek secara keseluruhan tetapi memudar minggu ini dan perlu menunjukkan kekuatan baru segera," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×