kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sektor tambang pulih, AKRA ikutan moncer


Selasa, 24 Oktober 2017 / 18:39 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pertambangan yang semakin aktif memberikan imbas yang bagus bagi emiten-emiten yang bergerak di sektor pendukungnya. Salah satunya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Sebab, permintaan bahan bakar minyak (BBM) bakal meningkat dari sektor pertambangan.

Analis Bahana Sekuritas Andrew Franklin Hotama mengatakan, kenaikan harga komoditas logam dan minyak memberikan sentimen positif. Sebab, AKRA bakal menerima lebih banyak permintaan minyak.

"Kalau kita lihat harga logam itu naik dan memicu lebih banyak aktivitas di sektor tambang Indonesia," jelas Andrew, Selasa (24/10).

Menurutnya, hal ini bakal memberikan sentimen baik terutama pada emiten AKRA yang memiliki porsi penjualan minyak cukup besar pada sektor pertambangan.

Analis JP Morgan Sumedh Samant dalam riset 6 Oktober, menyebutkan AKRA akan mendapatkan keuntungan dari volume konsumsi diesel yang lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini hingga tahun 2018, akibat membaiknya kegiatan penambangan untuk batubara dan logam. Terutama setelah harga komoditas rebound cukup besar selama setahun terakhir.

"Sekitar 45-50% dari total penjualan diesel AKRA berasal dari kegiatan penambangan," tulis Sumedh. Ia melanjutkan, sisa 35%-40% dari sektor batubara, dan 10%-15% dari pertambangan lainnya.

Atas pertimbangan tersebut, Sumedh memproyeksi hingga akhir tahun ini, AKRA berpotensi meraup pendapatan hingga Rp 18,68 triliun. Sedangkan tahun depan dapat mencapai Rp 20,57 triliun. Untuk perolehan laba dapat mencapai Rp 1,43 triliun pada tahun ini, dan tahun depan Rp 1,59 triliun.

Sumedh memberikan peringkat overweight dengan target harga Rp 8.100. Sedangkan Andrew memberikan rekomendasi buy di Rp 8.380.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×