Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan bergerak moderat dan dinilai menjadi saham defensif sepanjang 2026.
Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai emiten dalam sektor ini masih memiliki ruang pertumbuhan, khususnya bagi perusahaan yang memiliki kontrak jangka panjang serta sumber pendapatan berulang (recurring income).
Menurut Indy, stabilitas sektor ini bergantung pada keberlanjutan aktivitas bisnis korporasi dan permintaan terhadap layanan pendukung seperti pengelolaan dokumen, penyediaan perangkat perkantoran, serta dukungan operasional lainnya.
Baca Juga: IHSG Cetak Rekor All Time High 8.944, Begini Proyeksi Pergerakan Besok (8/1)
“Sektor jasa pendukung bisnis cukup defensif dan pergerakannya moderat di 2026. Beberapa emiten bisa memiliki ruang pertumbuhan besar jika memperoleh kontrak jangka panjang dan recurring income,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).
Indy mengamati empat emiten yakni PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR).
Dari empat saham tersebut, Indy menilai ASGR menjadi salah satu yang paling menarik untuk dicermati pada tahun berjalan.
Emiten ini disebut memiliki valuasi relatif menarik dan berpotensi mendapat katalis dari pemulihan aktivitas bisnis serta peluang kontrak panjang yang baru. “ASGR masih cukup defensif dengan valuasi yang menarik. Katalis utama datang dari pemulihan aktivitas bisnis dan potensi kontrak baru,” ujarnya.
Kendati demikian, Indy mengingatkan sektor ini tidak sepenuhnya bebas risiko. Perlambatan ekonomi berpotensi menahan ekspansi korporasi, sehingga permintaan terhadap layanan pendukung bisnis bisa bergerak lebih hati-hati.
Baca Juga: Harga Nikel Menjulang di Awal 2026, Begini Prospek Emiten dan Rekomendasi Sahamnya
Investor juga perlu mencermati kemampuan masing-masing emiten menjaga margin dan likuiditas usaha.
Secara keseluruhan, Indy melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama bagi emiten yang mampu menjaga efisiensi, memperkuat struktur pendapatan berulang, dan mengamankan kontrak jangka panjang.
Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat dinamika ekonomi yang dapat mempengaruhi perputaran permintaan dari sektor korporasi.
Selanjutnya: Panca Budi (PBID) Jaga Pangsa Pasar dan Incar Pertumbuhan Penjualan 10% pada 2026
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (8/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













