kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Sektor consumer goods masih tertekan, analis jagokan saham-saham ini


Selasa, 16 November 2021 / 08:15 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Sementara analis BRI Danareksa, Natalia Sutanto menjelaskan untuk KINO memasuki kuartal IV ini, pihaknya memperkirakan pemulihan yang lebih lambat pada divisi perawatan pribadi. Minuman, sementara itu, mungkin mendapat manfaat dari aktivitas bisnis yang lebih cepat, tetapi menghadapi tantangan mengingat musim hujan menjelang akhir tahun.

Di sisi lain, perusahaan juga berencana untuk mendorong promosi dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran produk dan merek. Pandemi Covid-19 dan pembatasan mobilitas sosial di Filipina juga menjadi tantangan dalam pemasaran Lola Remedios.

"Dengan hasil hingga kuartal III-2021 yang lebih rendah dari perkiraan, kami merevisi turun estimasi laba bersih 2021 kami sebesar 19%," tuturnya. Adapun laba bersih KINO tahun ini awalnya diproyeksikan sebesar Rp 135 miliar yang kemudian diturunkan menjadi Rp 109 miliar.

Nah, dengan rencana promosi yang akan digencarkan yang akan dimulai pada kuartal IV ini dan juga antisipasi menipisnya margin antisipasi harga komoditas maka dia memproyeksikan laba bersih KINO tahun depan turun 15%. Dengan begitu, ia mempertahankan rekomendasi jual dengan target harga yang lebih rendah di Rp 1.700 per saham.

Selanjutnya: BRIDanareksa Sekuritas beri rekomendasi hold untuk Unilever (UNVR), ini alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×