kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Sebulan Terakhir Harga Terkoreksi, Begini Prospek Kinerja Emiten CPO


Selasa, 13 Juni 2023 / 05:30 WIB


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Trade barriers di negara-negara Eropa yang kuat dan diperkuat dengan hukum juga dapat menghambat produk CPO Indonesia masuk ke wilayah tersebut.

“Kita pun harus meningkatkan diplomasi ekonomi untuk mendorong produk CPO Indonesia diterima di pasar global secara lebih luas,” paparnya.

Nafan menyarankan, agar produk untuk konsumsi domestik bisa lebih ditingkatkan tahun ini, mengingat pertumbuhan ekonomi domestik masih sangat baik di tahun ini.

“Di sisi lain, implementasi B35 di Indonesia juga bisa merata secara nasional. Pangsa pasar domestik tahun ini sangat kuat, apalagi jumlah penduduk kita terbesar di ASEAN,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Komoditas Koreksi, Bisnis Truk Tetap Melaju

Terkait harga minyak goreng yang tidak turun meskipun harga CPO turun, kata Nafan, hal itu disebabkan intervensi kebijakan pemerintah terhadap harga minyak goreng domestik. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan net profit margin dari penjualan CPO domestik.

“Dengan harga minyak goreng yang sama tetapi harga CPO turun, ada margin yang lebar untuk para produsen CPO. Profit ini penting agar produsen bisa sustainable,” paparnya.

Nafan pun merekomendasikan Buy untuk AALI dan LSIP dengan target harga masing-masing Rp 8.250 dan Rp 1.180 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×