Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Untuk EXCL, Indo Premier memperkirakan EBITDA kuartal III-2026 mencapai Rp 5,5 triliun, turun 1% secara kuartalan. EBITDA sembilan bulan pertama diproyeksikan Rp 16,5 triliun atau tumbuh 21% secara tahunan.
Sementara itu, EBITDA ISAT pada kuartal III-2026 diperkirakan Rp 7,1 triliun, turun 3% secara kuartalan. EBITDA sembilan bulan pertama diproyeksikan mencapai Rp 21,7 triliun, tumbuh 12% secara tahunan.
Untuk TLKM, Indo Premier memperkirakan EBITDA kuartal III-2026 turun 5% secara kuartalan menjadi Rp 18,5 triliun, tetapi masih tumbuh 1% secara tahunan.
“Sektor telekomunikasi diperdagangkan pada valuasi 4,1 kali EV/EBITDA berdasarkan estimasi 12 bulan ke depan, atau dua standar deviasi di bawah rata-rata historisnya,” tulis Aurelia dan Belva dalam riset tertanggal 9 Oktober 2026.
Baca Juga: Prospek Emiten Alat Berat Berpeluang Membaik di 2027, Cek Saham Rekomendasi Analis
Secara keseluruhan, Indo Premier Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi dengan urutan saham pilihan ada di EXCL, ISAT dan TLKM.
Sementara, Nafan merekomendasikan buy on weakness untuk WIFI dengan area masuk Rp 1.250–Rp 1.425. Dia juga merekomendasikan akumulasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 2.700 serta TLKM dengan target Rp 2.880.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














