kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.683   97,00   0,55%
  • IDX 6.416   -306,98   -4,57%
  • KOMPAS100 851   -42,06   -4,71%
  • LQ45 634   -23,87   -3,63%
  • ISSI 231   -11,86   -4,88%
  • IDX30 360   -11,13   -3,00%
  • IDXHIDIV20 445   -10,05   -2,21%
  • IDX80 98   -4,30   -4,22%
  • IDXV30 126   -3,61   -2,79%
  • IDXQ30 116   -2,98   -2,50%

Saham-saham yang diobral asing ini menarik dikoleksi, berikut rinciannya


Jumat, 29 November 2019 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Investor melintas di depan papan pergerakkan saham emiten di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (28/11). BEI menargetkan total efek yang akan tercatat di 2020 sebanyak 76 efek dan nilai transaksi harian saham sebesar Rp 9,5 triliun.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Asal tahu, memanasnya tensi antara Beijing dengan Washington tidak lepas dari dukungan AS yang menandatangani Undang-Undang HAM Hongkong.

“Perang dagang memanas kembali sehingga investor asing mengamankan dana mereka,” terang William kepada Kontan.co.id, Jumat (29/11).

Baca Juga: Waduh, IHSG turun lagi ke 5.942 pada Jumat pagi

Di sisi lain, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, aksi jual bersih ini akibat imbas pertumbuhan harga (price growth) secara year-to-date (ytd) yang mengakibatkan adanya penyeimbangan portofolio.

Penyeimbangan portofolio ini, kata Aria, dimaksudkan agar bobot emiten tersebut tidak mendominasi portofolio. Hal inilah yang menurutnya membuat saham-saham keuangan dan perbankan seperti BMRI, BBCA, BBNI, dan BBRI mengalami tekanan jual dalam sepekan ini.

Aria juga melihat, pembubaran enam produk reksadana salah satu Manajer Investasi (MI) bukan menjadi salah satu penyebab tingginya aksi jual bersih dalam minggu ini.

Baca Juga: Pasar saham global tertekan rencana pembalasan China

“Salah satu MI yang enam reksadananya dibubarkan bukan perusahaan asing, jadi lebih banyak investor domestik,” ujar Aria saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (29/11).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×