kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Saham-saham laggard ini masih menarik untuk dilirik


Jumat, 26 Februari 2021 / 08:10 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo menjadi pemberat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal bulan Februari hingga penutupan perdagangan Kamis (25/2). 

Adapun saham-saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 juta itu mendominasi lima teratas saham laggard Februari yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI),  PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Kelimanya memiliki kapitalisasi pasar antara Rp 100 triliun hingga Rp 226 triliun. 

Setelahnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).  

Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar bilang, tekanan yang dialami ASII dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang cukup besar sepanjang bulan Februari 2021. Asal tahu saja, sepanjang Februari 2021 saham ASII yang dilepas asing hingga Rp 1,4 triliun. Tertinggi setelah BMRI yang mencatatkan net sell hingga Rp 1,6 triliun. 

Baca Juga: Pendapatan Astra International (ASII) susut 26,98% sepanjang 2020

"Aksi jual bersih asing yang cukup besar menjelang jadwal rilis laporan keuangan 2020," jelas Anggaraksa kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2). Sentimen ini cenderung mendominasi pergerakan saham ASII sehingga angin segar terkait PPnBM 0% tidak terasa signifikan ke harga sahamnya. 

Tidak jauh berbeda, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama mengungkapkan, dampak PPnBM 0% dinilai tidak langsung terefleksi terhadap kinerja saham ASII saat ini. Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati kinerja keuangan di kuartal I dan kuartal II 2021.

"Dampak permintaan terhadap kebijakan tersebut baru akan terlihat," ujar Okie kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2). Oleh karenanya, secara psikologis, pelaku pasar cenderung wait and see.

Baca Juga: IHSG diproyeksi menguat, 6 saham ini direkomendasikan analis pada Jumat (26/2)  




TERBARU

[X]
×