kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Saham PTBA Masih Terbakar PLTU Pelabuhan Ratu, Perdagangan Kemarin Turun 5,81%


Kamis, 20 Oktober 2022 / 07:05 WIB


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) pada perdagangan Rabu (19/10) melorot hingga 5,81%. 

Saham  PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA ) ditutup memerah ketika bursa di tutup , saham PTBA berada di harga Rp 3.730 per saham.

Dibandingkan dengan harga sebelumnya (Rp 3.960), berarti harga saham PTBA turun 5,81%.

Baca Juga: Harga Saham PTBA Turun 4,29% Sesi I, di Tengah Rencana Akuisisi PLTU Pelabuhan Ratu

Pada awal perdagangan, saham PTBA dibuka di bawah harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 3.720 per saham.

Saham PTBA pada perdagangan kemarin sempat menyentuh harga tertinggi Rp 3.870 dan harga terendah Rp 3.690, saham PTBA ditutup turun Rp 230 dalam sehari.

 

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) PTBA tertinggi Rp 3.730 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 3.740 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham PTBA mencapai Rp 682,40 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 1.814.943 lot.

Baca Juga: Kompak, Harga Saham BUMI dan PTBA Memerah di Perdagangan Bursa Rabu (19/10)

Merosotnya harga PTBA terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan sempat mengalami auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Selasa (18/10) kemarin.

Pasar merespon negatif rencana emiten berkode saham PTBA  ini untuk membeli pembangkit listrik tenaga uap milik PT PLN. 

Namun rencana pembelian pembangkit di Pelabuhan Ratu oleh PTBA ini belum terlaksana karena kedua perusahaan pelat merah ini belum sepakat soal harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×