kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Saham pemberi laba di bulan Puasa


Senin, 29 Mei 2017 / 11:45 WIB


Reporter: Dede Suprayitno, Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, mengatakan, margin emiten konsumer biasanya menebal di bulan Ramadan, khususnya emiten sub-sektor ritel. Emiten ritel pun memperbanyak stok barang dagangan hingga dua kali lipat demi memenuhi potensi lonjakan permintaan.

Penjualan RALS di bulan Ramadan bisa berkontribusi hingga 40% dari penjualan setahun. Sementara MAPI memperkirakan pada semester I ini bisa memenuhi 50% dari target pendapatan akhir tahun, lantaran lonjakan permintaan di bulan Ramadan. Menurut Hans, saham-saham peritel seperti RALS, MAPI dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menarik untuk diburu.

Valuasi saham-saham ritel juga masih murah. "Pencapaian penjualan setahun emiten-emiten ini sangat dipengaruhi dari momentum Lebaran, sehingga sahamnya berpotensi menguat," ujar dia.

Emiten poultry juga menarik lantaran terdorong oleh kenaikan konsumsi ayam. Saham yang terkena sentimen positif adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Naiknya konsumsi masyarakat juga akan mendorong saham UNVR dan MYOR.

Reza merekomendasikansaham ICBP, INDF, AISA, MYOR, CPIN dan JPFA, yang memiliki forward P/E masing-masing sebesar 27,39 kali, 19,19 kali, 11,61 kali, 35,14 kali, 24,09 kali dan 7,25 kali. Reza mengingatkan, investor juga perlu memperhatikan sentimen lain yang mempengaruhi saham. Misalnya pergerakan nilai tukar rupiah, harga komoditas dan hasil rapat The Fed.

Dari dalam negeri, data ekonomi dan kebijakan pemerintah bisa mempengaruhi. "Data global maupun dalam negeri bisa jadi pertimbangan untuk masuk selain sektor konsumer, misalnya komoditas," pungkas Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×