kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Saham Gudang Garam (GGRM) sudah merosot 34% sejak awal tahun, ini rekomendasi analis


Senin, 18 November 2019 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Rokok Gudang Garam (GGRM).


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Noverius Laoli

Kenaikan ASP dinilai cukup ampuh untuk mengamankan kinerja perusahaan rokok tersebut dari kenaikan harga cukai yang mencapai 24,1%. Hal tersebut sekaligus mampu meningkatkan profitabilitas sebanyak 12%, meskipun diprediksi akan ada penurunan volume penjualan sebanyak 15%.

Alhasil, proyeksi untuk pendapatan GGRM di 2020 hanya tumbuh 3,7% menjadi Rp 9,85 triliun. 

Baca Juga: Begini cara HM Sampoerna (HMSP) mencegah penjualan rokok ke anak-anak

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan dalam sembilan bulan pertama atau per September 2019, GGRM berhasil membukukan kenaikan penjualan dan pendapatan usaha sebanyak 16,93% dari Rp 69,89 triliun menjadi 81,72 triliun.

Sedangkan untuk pertumbuhan laba tercatat naik 25,69% year on year (yoy) menjadi Rp 7,24 triliun, dari capaian di periode yang sama tahun lalu hanya Rp 5,76 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×