kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Saham Grup Alamtri Masih Menarik, AADI Dinilai Paling Prospektif di Semester II-2026


Senin, 29 Juni 2026 / 22:54 WIB
Saham Grup Alamtri Masih Menarik, AADI Dinilai Paling Prospektif di Semester II-2026
ILUSTRASI. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI (Dok/AADI)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, prospek ADMR masih bergantung pada pemulihan harga batubara metalurgi global dan perkembangan proyek hilirisasi aluminium yang saat ini masih berjalan. Kondisi tersebut membuat investor cenderung lebih berhati-hati terhadap saham ini.

Memasuki semester II-2026, analis memperkirakan tren positif ADRO dan AADI masih berpotensi berlanjut.

Sejumlah katalis yang dinilai mendukung antara lain rencana penyesuaian harga Domestic Market Obligation (DMO), relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang mulai berlaku pada Juli, serta mulai beroperasinya proyek-proyek EBT milik ADRO secara bertahap.

Baca Juga: Menakar Prospek Saham Grup Alamtri pada Sisa 2026, Siapa Berpeluang Unggul?

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu dicermati. Volatilitas nilai tukar rupiah dapat meningkatkan beban operasional tertentu, sementara kenaikan stripping ratio di sejumlah area tambang berpotensi mendorong biaya produksi.

Ketidakpastian regulasi terkait DMO maupun pungutan ekspor juga masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Dari tiga emiten Grup Alamtri, sejumlah analis menempatkan AADI sebagai pilihan utama untuk semester II-2026.

Setelah restrukturisasi internal grup, AADI menjadi kendaraan utama bisnis batubara Alamtri sehingga memiliki leverage paling besar terhadap kenaikan harga batubara termal.

Selain itu, jaringan pasar ekspor yang luas di berbagai negara berkembang Asia membuat AADI dinilai lebih fleksibel dalam menjaga volume penjualan di tengah dinamika permintaan global.

"AADI menjadi pilihan paling menarik karena model bisnisnya paling sederhana, paling langsung menikmati kenaikan harga batubara termal, dan tetap menawarkan potensi dividen yang kuat," ujar Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan.

Secara teknikal, sejumlah analis mematok target harga jangka pendek hingga menengah saham AADI di kisaran Rp 9.450-Rp 9.475 per saham.

Baca Juga: Harga Batubara dan Aluminium Menanjak Jadi Sinyal Positif bagi Kinerja Grup Alamtri

Jika tren penguatan batubara termal berlanjut, saham ini bahkan berpeluang kembali menuju area Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per saham.

Dengan kombinasi eksposur langsung terhadap harga batubara, potensi dividen yang tinggi, dan dukungan restrukturisasi bisnis, AADI dinilai memiliki peluang terbesar untuk menjadi bintang di antara saham-saham Grup Alamtri pada paruh kedua 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×