Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus bergerak di bawah gocap alias Rp 50 dalam dua hari perdagangan beruntun setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan batas bawah menjadi Rp 1 per saham.
Pada perdagangan Selasa (29/9), GOTO parkir di level Rp 36 per saham. Di penutupan perdagangan hari sebelumnya, saham emiten teknologi ini bertengger di harga Rp 43 per saham.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengimbau investor tidak panik melihat pergerakan saham GOTO di bawah Rp50. Menurutnya, kondisi tersebut telah diantisipasi sejak perubahan batas harga diumumkan.
Baca Juga: Aturan Baru Jasa Tambang Berpotensi Menekan Kinerja ADRO dan UNTR, Ini Kata Analis
“Yang sedang terjadi adalah proses price discovery. Pasar mencari titik keseimbangan baru untuk saham GOTO dengan mempertemukan harga yang diinginkan penjual dan pembeli,” jelasnya dalam paparan, Selasa (29/9).
Azis memperkirakan harga saham GOTO masih dapat berfluktuasi selama proses pembentukan harga berlangsung. Namun, mekanisme tersebut memberikan ruang bagi pasar menemukan level berdasarkan permintaan dan penawaran.
Menurut Azis, peluang rebound saham GOTO tetap terbuka. Dia bilang tekanan saham GOTO sebelumnya lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar, sementara kinerja operasional GOTO menunjukkan perbaikan.
Namun setelah tekanan jual mereda, kata Azis, investor berpeluang kembali mencermati fundamental GoTo. Perbaikan kinerja menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung perhatian pasar terhadap saham tersebut.
GOTO mencatat laba bersih positif dalam dua kuartal berturut-turut, yakni Rp171 miliar pada kuartal I-2026 dan Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Dari sisi top line, pendapatan bersih GOTO pada kuartal II-2026 juga tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp 5,7 triliun.
Selain itu, EBITDA yang disesuaikan telah menembus Rp 1 triliun. Adapun manajamen GOTO menetapkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Selain perbaikan kinerja, GoTo memiliki ruang untuk melakukan pembelian kembali saham dengan anggaran maksimal Rp 3,5 triliun. Azis melihat kondisi harga saat ini dapat menjadi pertimbangan.
“Di level harga sekarang, ini bisa menjadi waktu yang baik untuk buyback. Fundamental GoTo membaik, sementara harga saham sedang melewati fase penyesuaian,” tuturnya.
Meski demikian, Azis menegaskan pelaksanaan pembelian kembali saham tetap bergantung pada pertimbangan manajemen dan kondisi pasar. Karena itu, keputusan tersebut belum dapat dipastikan.
Amunisi lainnya berasal dari rencana pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.
Apabila memperoleh persetujuan dan dilaksanakan, saham treasuri tersebut tidak akan kembali dilepas ke pasar. Langkah ini berpotensi mengurangi jumlah saham beredar GOTO.
Azis menilai rencana pembatalan saham treasuri dapat menjadi katalis positif bagi GOTO, terutama dengan kondisi fundamental yang mulai membaik dan target EBITDA tahunan yang masih berada di jalur.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah ke Kisaran Level 6.100-6.250 hingga Akhir Pekan Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














