kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.598   45,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Saham Emiten Sektor Konsumer Masih Merah, Cermati Rekomendasi Analis


Senin, 08 Mei 2023 / 17:29 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2/2023). Saham Emiten Sektor Konsumer Masih Merah, Cermati Rekomendasi Analis.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Meskipun saham sektor konsumer sedang ada di zona merah, tetapi Alrich melihat, sektor konsumer dapat diperhatikan menyusul potensi peningkatan pendapatan dan pemulihan konsumsi masyarakat di tahun 2023. 

Hal ini terlihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,03% yoy di kuartal I-2023, lebih baik dari perkiraan di 4,95% yoy. 

“Komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi Indonesia di kuartal I-2023, yaitu sebesar 2,44% YoY,” ungkapnya.

Baca Juga: Tren Gaya Hidup Sehat Menunjang Penjualan Anak Usaha HOKI di Kuartal I-2023

Di sisi lain, Indeks PMI Manufaktur Indonesia naik ke 52,7 di April 2023. Level tersebut relatif di atas level ekspansif, yakni 50. 

Kementerian Keuangan juga memperkirakan inflasi 2023 secara tahunan akan turun ke 1%-3% di tahun 2023. “Hal ini juga ditunjukkan dari inflasi bulan April 2023 di 4.33% yoy dari level 4.97% yoy di bulan Maret 2023,” paparnya.

Alrich pun merekomendasikan Buy untuk GOOD dengan target harga Rp 490 per saham dan INDF dengan target harga Rp 8.815 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×