kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham CPIN juara saham super big cap pekan pertama 2020


Senin, 06 Januari 2020 / 07:57 WIB
Saham CPIN juara saham super big cap pekan pertama 2020
ILUSTRASI. Persiapan RUPS PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Tjiu Thomas Effendy usai melaksanakan RUPST, Rabu (23/5). Kontan/Intan Sari.

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan pertama Januari 2020 menjadi pembuka market Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bisa dikata lumayan menggembirakan. Dalam dua hari perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil merambat naik 0,37%.

Kemarin, Jumat (3/1), IHSG ditutup pada angka indeks 6.323. Angka ini lebih tinggi 24 poin ketimbang angka IHSG penutupan perdagangan 2019 (30/12) yang berada di 6.299.

Kenaikan IHSG kemarin berhasil penutupan penurunan indeks di hari pertama perdagangan 2020. Meski dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (2/1) lalu IHSG ditutup minus 0,25%.

Baca Juga: Ini 13 saham super big cap Desember 2019, yuk cek valuasinya

Kenaikan market yang ditunjukkan oleh IHSG sejalan dengan penambahan kapitalisasi pasar beberapa emiten Super Big Cap. Dari 13 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas Rp 100 triliun, hanya empat emiten yang mengalami penurunan nilai market cap.

Mereka adalah Chandra Asri Petrochemical (TPIA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood CBP (ICBP), dan Barito Pacific (BRPT). Nilai market cap masing-masing menyusut 0,97%, 0,63%, 2,39%, dan 2,45% dalam dua hari perdagangan. 

Sebaliknya, dari 13 saham super big cap, nilai kapitalisasi pasar tujuh emiten di antaranya mampu melebihi pertumbuhan angka IHSG.

Juara pertumbuhan nilai market cap dipegang oleh Charoen Phokpand Indonesia (CPIN) yang bertambah 6,1%. Unilever Indonesia (UNVR) yang market capnya bertambah 2,08% ada di posisi kedua. Adapun posisi ketiga diisi oleh Gudang Garam (GGRM) yang market cap-nya bertambah 2,7% .

Dari emiten yang mengalami pertumbuhan kapitalisasi pasar dalam dua hari perdagangan terakhir, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) tumbuh paling mini yaitu cuma 0,25%. 

Tabel Lengkap 13 Emiten Super Big Cap, Termasuk PER, EPS, dan PBV





Close [X]
×