kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Saham COIN, SMKM, LINK Bergerak Ekstrem Pasca Suspensi Dicabut, Ini Saran Analis


Selasa, 02 September 2025 / 05:28 WIB
Saham COIN, SMKM, LINK Bergerak Ekstrem Pasca Suspensi Dicabut, Ini Saran Analis
ILUSTRASI. BEI resmi mencabut suspensi saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Link Net Tbk (LINK) mulai sesi I perdagangan Senin (1/9/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut suspensi saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Link Net Tbk (LINK) mulai sesi I perdagangan Senin (1/9/2025). 

Dengan demikian, ketiga saham tersebut kembali bisa diperdagangkan di pasar reguler maupun tunai.

Namun, setelah suspensi dibuka, pergerakan saham ketiganya tampak ekstrem. Saham COIN ditutup anjlok 9,66% ke Rp 2.150. Padahal, dalam sebulan terakhir, saham ini sempat melesat 194,52% dan sejak awal tahun sudah meroket 2.050%.

Senasib, saham LINK ikut melemah 9,81% ke Rp 3.400. Meski begitu, dalam sebulan saham LINK masih melambung 89,42% dan sejak awal tahun naik 183,33%. 

Sementara itu, saham SMKM justru ditutup menguat 9,93% ke Rp 155 per saham. Dalam sebulan, saham ini sudah naik 106,67% dan secara year to date meningkat 134,85%.

Baca Juga: Fluktuasi Masih Tinggi, Waspada IHSG Kembali Koreksi

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai prospek COIN masih perlu dicermati karena emiten ini baru melantai di bursa pada 9 Juli 2025. Apalagi, produk berjangka yang ditawarkan COIN cenderung volatil sehingga memiliki risiko tinggi.

Untuk SMKM, Nafan menyoroti strategi efisiensi yang berhasil mendorong laba bersih semester I 2025 tumbuh 230,41% menjadi Rp 1,01 miliar, meskipun pendapatan turun 19,74% YoY ke Rp 35,81 miliar. 

Adapun LINK masih mencatatkan kerugian Rp 691,69 miliar di semester I 2025, meski lebih kecil dibanding periode sama tahun lalu. Pendapatan LINK justru naik 47,10% YoY menjadi Rp 1,57 triliun.

Tonton: Kepercayaan Investor Diganggu Demo, Dana Asing Hengkang Rp 1,61 Triliun dari Pasar Saham Indonesia

“Investor perlu berhati-hati karena ketiga saham ini sudah berada di area overbought. Kami merekomendasikan sell on strength untuk COIN, SMKM, dan LINK,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (1/9).

Selanjutnya: Manufaktur Ekspansi Lagi, Tetapi Masih Rentan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×