kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Saham Cinema XXI (CNMA) Menarik sebagai Dividend Play, Yield Berpotensi Tembus 9%


Senin, 10 Agustus 2026 / 15:21 WIB
Saham Cinema XXI (CNMA) Menarik sebagai Dividend Play, Yield Berpotensi Tembus 9%
ILUSTRASI. Cinema XXI Buka Bioskop Baru di Agora Mall, Thamrin Nine Hadirkan Studio IMAX with Laser Pertama di (Dok/PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (Cinema XXI))


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dinilai semakin menarik sebagai pilihan dividend play setelah mengalami penurunan harga signifikan sejak initial public offering (IPO). Dengan valuasi yang lebih rendah dan arus kas yang solid, potensi imbal hasil dividen emiten pengelola jaringan bioskop Cinema XXI ini diperkirakan tetap terjaga.

Berdasarkan riset Stockbit, CNMA berpotensi membagikan dividen sekitar Rp8,8-Rp10,3 per saham per tahun dalam periode 2026-2028, yang mengindikasikan dividend yield di kisaran 9% pada harga saham Rp94 per saham.

Investment Analyst Stockbit Amara Beatrice Hosianna Silalahi dan Jonathan Asnaya Wu menyebut, potensi dividen tersebut didukung oleh arus kas operasional yang kuat dan stabilitas jumlah penonton (admissions).

Baca Juga: Dian Swastatika (DSSA) Mulai Lepas Treasury Stock, Harga Saham Naik

Free cash flow CNMA secara konsisten berada di atas laba bersih, sehingga memberikan ruang yang besar untuk membagikan dividen hingga 100% dari laba,” ujar mereka dalam riset yang dikutip Kontan, Senin (10/8/2026).

Stockbit memperkirakan free cash flow CNMA dapat mencapai sekitar Rp1,1 triliun per tahun pada periode 2026-2028, lebih tinggi dibandingkan proyeksi laba bersih di kisaran Rp732 miliar hingga Rp854 miliar. Kondisi ini dinilai memberikan buffer yang kuat untuk menjaga keberlanjutan dividen.

Dari sisi operasional, jumlah penonton diproyeksikan relatif stabil di kisaran 87 juta hingga 90 juta per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Stabilitas ini ditopang oleh kombinasi pertumbuhan film lokal dan mulai pulihnya produksi film Hollywood.

“Film lokal menjadi penopang utama pasca-pandemi, sementara ke depan pemulihan film Hollywood akan memperkuat kestabilan admissions,” jelas tim riset Stockbit.

Selain itu, perubahan dinamika industri juga dinilai semakin mendukung. Setelah sempat tertekan oleh platform streaming, kini bioskop dan layanan streaming disebut telah memasuki fase yang lebih saling melengkapi.

“Bioskop tetap menawarkan pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh streaming, sehingga keduanya kini lebih bersifat komplementer,” kata mereka.

Dari sisi valuasi, saham CNMA saat ini diperdagangkan di level sekitar 10,7 kali price to earnings ratio (P/E) untuk proyeksi 2026, turun tajam dari lebih dari 20 kali saat IPO. Stockbit menilai, penurunan ini telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang lebih moderat, sehingga risiko penurunan valuasi lanjutan relatif terbatas.

“Dengan valuasi yang sudah terdiskon dan fundamental yang tetap solid, downside CNMA saat ini dinilai cukup terbatas,” tambahnya.

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati, terutama terkait potensi penurunan jumlah penonton yang dapat berdampak langsung pada laba dan kapasitas pembagian dividen. Selain itu, tingkat free float yang masih rendah juga berpotensi memicu volatilitas harga saham.

Ke depan, CNMA masih memiliki peluang pertumbuhan moderat seiring meningkatnya produksi film lokal dan pemulihan industri perfilman global. Dengan posisi sebagai operator bioskop dominan di Indonesia, perseroan dinilai berada pada posisi yang diuntungkan untuk menangkap tren tersebut.

Baca Juga: Syailendra Capital Targetkan AUM ETF Emas Capai Rp 200 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×