kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Saat ekonomi sedang sulit, saham-saham ini bisa dilirik


Minggu, 10 Mei 2020 / 07:45 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona (Covid-19) akan menekan aktivitas ekonomi di bulan Mei ini. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan aktivitas ekonomi masih akan melambat, konsumen cenderung berbelanja pada kebutuhan dasar daripada keperluan lainnya.

"Pilihan teratas kami untuk Mei cenderung ke sektor konsumen dan rumah sakit," jelas analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya, Emma A. Fauni, dan Kevin Suryajaya dalam risetnya di akhir pekan ini. 

Baca Juga: Ada net sell Rp 1,65 triliun, simak lagi saham-saham yang dilepas asing di pekan lalu

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk melirik saham-saham defensif seperti INDF, ICBP, MYOR, UNVR, KLBF, SIDO, GGRM dan MIKA.

Produk-produk dari emiten INDF, ICBP, dan MYOR dinilai masih bisa untung dengan adanya imbauan pemerintah agar masyarakat di rumah saja saat pandemi Covid-19.

Sementara itu,  UNVR juga menarik karena labanya yang bertumbuh serta return on equity (ROE) yang kuat. Berdasar perhitungan, saham-saham yang disarankan itu memiliki akumulasi return mencapai 1,2% terhitung sejak Agustus 2019,  lebih baik dibanding akumulasi return IHSG yang minus 27,5%.

Asal tahu saja, perlambatan ekonomi tahun ini sudah tercermin dari laba 10 laporan keuangan emiten LQ45 di kuartal I 2020.

Baca Juga: Saham-saham ini masih jadi buruan asing sepekan kemarin

Berdasar riset, laba perusahaan di kuartal I 2020 ini berada di bawah konsesus. Salah satu pemberatnya adalah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di tambah lagi, adanya penundaan cuti Lebaran menyebabkan emiten-emiten kehilangan momentum ekonomi.

Melihat pendapatan emiten yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi, investor asing masih akan mencatatkan aksi jual bersih (net sell)  di bulan Mei ini. Keluarnya asing dari bursa juga didorong oleh PMI Manufaktur Indonesia diprediksi masih akan terkontraksi bulan Mei ini.

Sekadar informasi, di tahun 2020 ini Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan pertumbuhan earning per share (EPS) sebesar 2% year on year (YoY) sepanjang tahun 2020. Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan EPS mencapai 5% YoY.

Baca Juga: Total net sell Rp 1,65 triliun sepekan, ini saham-saham yang masih diburu asing

Adapun, di akhir tahun IHSG yang semula diprediksi bisa mencapai level 6.500, kini dipangkas menjadi 5.180.

Adapun level ini bisa tercapai jika tidak ada gelombang kedua terkait Covid-19 di Indonesia maupun negara-negara partner dagang Indonesia seperti China dan India. Selain itu, harga CPO tetap stabil di MYR 2.100  per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×