kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Saat Dolar Perkasa, Analis Soroti Alternatif Valas untuk Investasi


Kamis, 12 Maret 2026 / 17:43 WIB
Saat Dolar Perkasa, Analis Soroti Alternatif Valas untuk Investasi
ILUSTRASI. Ruang Likuiditas Valas Perbankan Semakin Longgar Bertahap di Semester II-2025 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu volatilitas di pasar mata uang global. 

Kondisi ini tetap membuat dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang utama seperti euro (EUR), pound sterling (GBP), dan Yen Jepang (JPY).

Berdasarkan situs Trading Economics, Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) pada Kamis (12/03) pukul 16.53 WIB menanjak ke 99,31 dari akhir pekan lalu di 98,39.

Sementara itu, EUR/USD dalam sehari turun 0,06% ke 1,15. GBP/USD secara harian turun 0,15% ke 1,33 dan USD/JPY dalam sehari turun 0,12% ke 158,76.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai mata uang yang paling menarik diperhatikan saat ini adalah Pound Sterling dan Dolar AS sebagai pasangan major yang relatif resilien. 

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Analis Soroti Strategi Investor di Pasar Valas

"GBP menunjukkan daya tahan yang menarik karena pasar mulai membatalkan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Bank of England menyusul data ekonomi domestik yang membaik, sementara USD tetap menjadi primadona karena didorong oleh krisis energi global," kata Sutopo kepada Kontan pada Kamis (12/03/2026).

Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menambahkan Yen Jepang (JPY) menarik sebagai instrumen reversal (pembalikan arah) jangka panjang, terutama jika Bank of Japan (BoJ) mulai melakukan normalisasi kebijakan dengan pengetatan moneter di saat bank sentral lain mulai memangkas bunga.

"Dollar Australia (AUD) menjadi pilihan menarik jika harga komoditas seperti nikel dan tembaga terus menguat karena ekonomi Australia sangat bergantung pada ekspor material industri dan logam mulia," ujar Wahyu.

Baca Juga: Indeks Dolar Naik, Ini Sentimen Pendorongnya

Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan Franc Swiss (CHF) dapat dijadikan alternatif valas untuk aset safe haven selain dolar AS.

"CHF juga sangat kuat sebagai safe haven, tidak ada pelemahan besar belakangan ini ketika dolar AS menguat, didukung oleh current account surplus yang kuat," ucap Lukman.

Baca Juga: Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Begini Proyeksi Dolar ke Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×