kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.705   -74,00   -0,42%
  • IDX 6.536   33,94   0,52%
  • KOMPAS100 850   7,86   0,93%
  • LQ45 645   6,41   1,00%
  • ISSI 229   0,34   0,15%
  • IDX30 360   4,05   1,14%
  • IDXHIDIV20 438   4,95   1,14%
  • IDX80 97   0,92   0,96%
  • IDXV30 121   0,78   0,64%
  • IDXQ30 114   1,36   1,21%

Saat Dolar AS Melemah, Euro Menjadi Mata Uang Paling Menjanjikan Berkat Kebijakan ECB


Jumat, 21 Agustus 2026 / 14:56 WIB
Saat Dolar AS Melemah, Euro Menjadi Mata Uang Paling Menjanjikan Berkat Kebijakan ECB
ILUSTRASI. Mata Uang Global - Yuan, Yen, Dolar AS, Euro, Lira, Pound (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah mata uang utama kompak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring indeks dolar AS (DXY) yang terkoreksi. Di antara euro, poundsterling, dan dolar Australia, euro dinilai memiliki katalis fundamental paling kuat untuk melanjutkan penguatan.

Pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.39 WIB, indeks dolar AS merosot ke level 98,72 atau melemah 0,18% dibanding hari sebelumnya.

Sejalan dengan itu mata uang yang menguat paling besar adalah, dolar Australia menguat 0,46% di level 0,7147. Poundsterling menguat 0,1% di 1,3644. Euro (EUR) juga menguat 0,09% di level 1,1689 per dolar AS. 

Baca Juga: Reli Harga Emas Diprediksi Berlanjut, Pekan Depan Bisa Tembus US$ 4.655

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, mengatakan pelemahan DXY ke kisaran 98, atau level terendah sejak akhir Mei, dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS dan perubahan ekspektasi kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi AS pada Juli menunjukkan inflasi headline turun menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,5% pada Juni. Sementara itu, inflasi inti juga mencatat level terendah sejak awal tahun.

Di sisi lain, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan membatalkan program pembelian kembali obligasi jangka panjang, yang turut menekan dolar. 

“Namun sentimen tidak sepenuhnya satu arah, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang masih berlangsung menjaga risiko inflasi tetap menjadi perhatian pasar, sehingga indeks dolar sesungguhnya mencerminkan kompromi antara ekspektasi suku bunga yang mengarah pada dolar lebih lemah dan faktor geopolitik yang mengarah pada dolar lebih kuat,” jelas Sutopo kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).

Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa EUR, GBP, dan AUD kompak menguat, bukan semata-mata kekuatan fundamental masing-masing, melainkan lebih dominan sebagai cerminan pelemahan dolar itu sendiri (dolar-driven).

Di antara ketiganya, Sutopo menilai euro memiliki katalis fundamental paling konkret. Salah satunya berasal dari penyempitan kesenjangan kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed.

Baca Juga: Protelindo Perpanjang Tender Sukarela SUPR, Harga Penawaran Rp 45.000 per Saham

Menurut Sutopo, ECB menaikkan suku bunga menjadi 2,40%, sementara The Fed menahan suku bunga di 3,75%. Di sisi lain, inflasi AS yang sebesar 3,5% masih berada di atas inflasi zona euro sebesar 2,8%.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pendorong utama bagi EUR/USD. Sejumlah bank juga melihat euro mulai berada dalam posisi undervalued di sekitar level 1,1570.

Sementara itu, poundsterling dinilai cenderung lebih sticky karena pergerakannya masih lebih banyak mengikuti arah dolar AS dibandingkan ditopang katalis domestik yang kuat.

Adapun AUD justru dinilai memiliki risiko yang lebih besar. Menurut Sutopo, dolar AS berpotensi tetap relatif kuat terhadap mata uang berbasis komoditas seperti AUD apabila ketegangan geopolitik meningkat dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

“Bagi investor berbasis rupiah, memegang dolar AS pun masih punya alasan taktis selama The Fed belum benar-benar memangkas suku bunga dan risiko geopolitik Timur Tengah belum mereda, jadi ini lebih soal horizon waktu dan toleransi risiko daripada satu jawaban mutlak,” jelasnya.

Ke depan, Sutopo memperkirakan DXY masih bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Secara teknikal, ia memperkirakan support DXY berada di 98,10-96,54 sedangkan resistance psikologis berada di 100-102.

Untuk EUR/USD, Sutopo memeperkirakan akan bergerak di kisaran 1,14-1,19 hingga akhir tahun. Untuk GBP/USD, support berada di 1,3432 dan 1,3329, dengan resistance di 1,3485 dan 1,3560. 

Sementara itu, AUD/USD memiliki support di 0,7026 dan 0,6965, dengan resistance di 0,7088 dan 0,7140.

Baca Juga: Jardine Cycle & Carriage Lepas Lini Otomotif ke TPIA, Estimasi Transaksi US$ 207 Juta

“Investor perlu mencermati level-level ini sebagai zona keputusan, bukan target pasti, terutama menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS berikutnya yang akan menjadi penentu arah The Fed hingga penghujung tahun,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×