kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Rupiah Diproyeksi Melemah pada Selasa (6/10), Simak Sentimen yang Membayangi


Selasa, 06 Oktober 2026 / 06:00 WIB
Rupiah Diproyeksi Melemah pada Selasa (6/10), Simak Sentimen yang Membayangi
ILUSTRASI. Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (6/10/2026) diproyeksikan masih akan dibayangi oleh meningkatnya tensi geopolitik global.(AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (6/10/2026) diproyeksikan masih akan dibayangi oleh meningkatnya tensi geopolitik global dan tantangan pasokan energi domestik.

Melansir Bloomberg pada Senin (5/10/2026), rupiah ditutup melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.917 per dolar AS, sejalan dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang juga tergelincir 0,11% atau 19 poin dari posisi Rp 17.898 menjadi Rp 17.917 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan mata uang Garuda pada awal pekan ini utamanya dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik Timur Tengah dan dinamika perpolitikan di Amerika Serikat (AS), yang berpadu dengan kekhawatiran pasokan energi di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan menekan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Bagikan Dividen Interim Rp349,52 Miliar, Cek Jadwalnya

Untuk perdagangan Selasa (6/10/2026), Ibrahim menyoroti eskalasi konflik di Yaman yang berisiko mengganggu stabilitas energi global.

Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi berencana meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayahnya dari kelompok Houthi.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh, sehingga memicu kekhawatiran atas terganggunya produksi minyak di negara pengekspor utama kawasan tersebut.

Dari daratan AS, suhu perpolitikan terpantau semakin memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan serangan kasar terhadap Partai Demokrat jelang pemilihan paruh waktu di Ohio, sembari menjanjikan bantuan keuangan jika Partai Republik menang.

Selain dinamika politik, agenda ekonomi AS pada pekan ini juga akan dipenuhi rilis data krusial, mulai dari ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), hingga data sentimen konsumen dari University of Michigan yang patut dicermati pasar.

Beralih ke sentimen domestik, Ibrahim membeberkan bahwa Indonesia telah kehilangan 25% dari sumber pasokan impor bahan bakar sejak konflik Timur Tengah bergejolak.

Baca Juga: Alfamart (AMRT) Bagi Dividen Interim Rp595,83 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Hal ini memaksa pemerintah dan Pertamina untuk mencari sumber pasokan alternatif secara langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan stok, meskipun berpotensi mendapatkan harga beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan mekanisme normal.

Terkait strategi pengadaan ini, Ibrahim menjelaskan, "Namun, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan stok BBM nasional tetap tersedia di tengah ketidakpastian pasokan global," terang Ibrahim dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Saat ini, pemerintah memiliki dua prioritas utama, yakni menahan agar harga BBM subsidi seperti solar dan bensin tidak naik, serta menjaga ketahanan stok nasional pada level 18–20 hari.

Jika kelak terjadi antrean BBM di sejumlah wilayah, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan krisis stok, melainkan lebih disebabkan oleh kendala distribusi di lapangan.

Baca Juga: Anak Usaha TOWR Terbitkan Obligasi Rp741,05 Miliar, Tawarkan Kupon hingga 7,65%

"Salah satu faktor adalah kondisi El Nino yang dapat mengganggu jalur distribusi BBM, terutama pengiriman melalui Sungai, kondisi sungai yang mengering dapat memaksa pengiriman BBM dialihkan menggunakan truk," ungkap Ibrahim.

Mempertimbangkan rentetan sentimen di atas, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada Selasa (6/10/2026) fluktuatif, namun ditutup melemah pada rentang Rp 17.910 - Rp 17.960. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×