Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bertambah pada September 2026. Dalam sebulan, jumlah investor saham BYAN bertambah 3.248 pihak.
Berdasarkan Laporan Registrasi Pemegang Efek BYAN per 30 September 2026, jumlah pemegang saham yang memiliki rekening efek di anggota bursa menjadi 8.187 pihak.
Jumlah tersebut meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang sebanyak 4.939 pemegang saham. Dengan demikian, terdapat tambahan 3.248 investor atau tumbuh sekitar 65,76% dalam satu bulan.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Bagikan Dividen Interim Rp349,52 Miliar, Cek Jadwalnya
Lonjakan basis investor tersebut terjadi di tengah rencana PT Jhonlin Baratama yang akan membeli saham milik Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Rencana pembelian saham tersebut telah diteken melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 untuk mengakuisisi 10.000.000.500 saham BYAN, setara sekitar 30% dari total saham.
Namun dalam pengumuman Laporan Registrasi Pemegang Efek BYAN per 30 September 2026, perusahaan yang terafilisasi dengan Haji Isam ini belum tercatat menjadi pemegang saham BYAN.
Yang pasti dalam laporan tersebut tercatat terjadi penambahan jumlah investor publik alias porsi saham free float BYAN meningkat.
Jumlah free float pada akhir September 2026 tercatat sebanyak 7.096.416.630 saham atau 21,289%. Angka tersebut naik 709.500 saham dari posisi bulan sebelumnya yang sebanyak 7.095.707.130 saham atau 21,287%.
Struktur pemegang saham utama per 30 September juga masih didominasi oleh keluarga Low. Dato' Low Tuck Kwong tercatat menguasai 13.416.921.870 saham atau 40,251%, sedangkan Elaine Low memiliki 7.333.833.700 saham atau 22,002%.
PT Sumber Suryadaya Prima tercatat memegang 3.333.380.000 saham atau 10%, sementara masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 9.249.199.430 saham atau 27,747%.
Baca Juga: Pengendali Baru Platinum (TGUK) Kuasai 56,84% Saham, Harga Akuisisi Cuma Rp 20
Dato' Low Tuck Kwong juga tercatat sebagai Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner) BYAN.
Per Senin (5/10/2026), harga saham BYAN ditutup naik 4,26% di level Rp 12.250 per saham. Sementara dalam sebulan saham BYAN turun 11,23%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














